Martapura, KP – Perhelatan pesta demokrasi sebentar lagi akan rampung.
Saat ini, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang melakukan rekapitulasi penghitungan suara.
Money politic atau politik uang adalah salah satu cara untuk mendapatkan suara pemilih.
Hal ini bahkan bukan lagi rahasia umum. Kendati demikian, melalui sistem money politik tidak menjamin mendapatkan suara sesuai yang ditargetkan.
Jika kalah dalam pemilu dengan menggunakan money politic, maka besar kemungkinan calon bersangkutan mengalami defresi bahkan gangguan kejiwaaan.
Hal ini pun diakui Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sambang Lihum, Dharma Putra.
Menurutnya, akan dengan senang hati menangani pasien gangguan jiwa akibat kalah di pemilu.
Dharma menuturkan, gangguan jiwaa-kan terjadi kalau ada ketidakseimbangan holistik antara badan, jiwa, dan lingkungan.
“Jadi, orang bisa stres walau badannya tetap, lingkungannya tetap, namun kalau jiwanya tertekan dia akan stres,” ujarnya baru-baru tadi.
Menurutnya, pemilu mempunyai potensi menekan jiwa terutama bagi orang yang melakukan rekayasa politik seperti melakukan politik uang.
“Pemilu dengan hakekat pesta demokrasi yang menggembirakan, menyebabkan lingkungan tidak menciptakan tekanan, sehingga tidak berpotensi menjadikan caleg depresi atau stres,” katanya
Menurut Dharma, berkurangnya depresi bisa juga disebabkan lingkungan yang baik dan menyenangkan sehingga dapat mencegah depresi.
Hingga saat ini, meski sudah menyiapkan kamar khusus, bulum terdata caleg stres dirujuk ke RSJD Sambang Lihum.
“Pesta demokrasi yang diciptakan pemerintah provinsi membuat pemilu yang gembira dan mungkin itu mencegah stres terhadap dampak rekaya politik tadi,” pungkasnya.(mns/K-2)
Balai Batalkan JPO Depan Masjid Noor Karena Lahan Sempit
Dukcapil Katingan Launching KIA
Pegantian Tahun Baru HST Meriahkan Gema Shalawat
DBD di Banjarmasin 432 Kasus, 32 Positif DB
Rumah Warga Banjar Indah Kemalingan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua