Gubernur saat memberikan arahan dan sambutan pada Rakorda TPID
Banjarbaru, KP – Semua pemangku kepentingan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus merapatkan barisan guna menjaga inflasi di daerah, terlebih saat menjelang hajatan besar umat Islam, Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Perwakilan BI Kalsel, Herawanto, yakin inflasi di Kalsel akan terkendali jika kebutuhan pokok tersedia sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama di saat jelang Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri.
Herawanto juga mengajak masyarakat untuk bijak belanja, yaitu belanja sesuai dengan kebutuhan.
“Kita ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk bijak belanja, yaitu belanja sesuai dengan kebutuhan, jangan belanja secara berlebihan,” himbaunya di sela Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendali Inflasi Daerah (Rakorda TPID) se Kalsel Semester 1, Kamis (25/4/2019) di Ruang Rapat Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel.
Secara khusus, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor meminta TPID mengedalikan kondisi di Kalsel, terlebih lagi di saat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Dengan terjadinya inflasi, menurut gubernur, akan berakibat pada menurunnya daya beli masyarakat. Karena itulah, TPID diingatkan untuk berperan mengendalikannya.
Dijelaskan Paman Birin, sapaan akrabnya, inflasi merupakan fenomena yang seringkali identik dengan kenaikan tingkat harga komoditas tertentu. Sebab itu, tingginya inflasi tentu saja dapat mengurangi daya beli masyarakat dan menciptakan ketidakpastian dalam perekonomian.
”Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, harus menyusun strategi dan kebijakan, serta mengimplementasikannya secara stimulan dan terkoordinir,” imbuhnya.(rny/humpro/K-2)
Walikota Bagikan Bibit Patin di Kampung KB
Bupati dan Wabup Barut Pantau UNBK
Bridge Diharapkan Masuk Olahraga Pelajar
Ambapers Lounching Pelayanan Berbasis Online
Gamis Hijau Sasar RPH
Kalimantan Post - Asli Koran Banua