MELAYAT - Sekcam Daha Selatan sekaligus Sekretaris PKK Daha Selatan, Rudy Agus Firmansyah saat melayat e rumah duka bersama Kapolsek Daha Selatan Iptu Hilmiwansyah, Danramil, Bambang Kiswoyo didampingi kepala desa, H Salim, Kamis (25/4). KP/Nonoi
Kandangan, KP – Anggota KPPS, Ahmad (19) warga Desa Muning tengah RT 01 RK 01 Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) meninggal dunia karena sakit.
Pemuda kelahiran 10 Maret 2010 tersebut dinyatakan meninggal dunia karena kelelahan saat bertugas selepas Pemilu 2019.
Ahmad merupakan anggota KPPS yang bertugas di TPS 03 Desa Muning Tengah.
Korban dinyatakan meninggal dunia pada, Kamis (25/4) sekitar pukul 06.00 WITA di rumahnya.
Ahmad menghembuskan napas terakhir setelah kondisi kesehatannya terus drop karena kelelahan.
Sekretaris Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) Daha Selatan, Rudi Agus Firmansyah S.Sos, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa Ahmad ini merupakan sosok yang pendiam akan tetapi fokus dalam bekerja.
Informasi didapat ketika dirinya melayat langsung ke rumah duka bersama Kapolsek Daha Selatan Iptu Hilmiwansyah, Danramil, Bambang Kiswoyo, dan didampingi kepala desa, H Salim.
Menurut Rudi Agus, Ahmad diketahui baru lulus SMA dan memang ada riwayat sakit.
Akan tetapi, entah mengapa saat menjadi anggota KPPS dirinya begitu semangat dan antusias dalam menjalankan tugas, sampai smpai ketika sesama rekannya pun mengajak untuk makan saat 17 April lalu, dirinya menolak.
Ahmad pun, saat hari H pelaksanaan pemilu sudah berada di TPS Ba’ da subuh, atau pukul 05.30 WITA.
Bahkan untuk TPS 03 Desa Muning Tengah salah satu TPS yang tercepat dalam melakukan perhitungan surat suara usai pencoblosan. Yakni pukul, 00.00 WITA.
“Kalau TPS lainnya, kebanyakan selesai perhitungn surat suara pukul 04.00 WITA hingga pukul 05.00 WITA,” kata Rudy.
Masih menurut Rudy Sekretaris PPK Daha Selatan, orang tua Ahmad memang ada berupaya untuk membawa anaknya berobat.
Akan tetapi, selalu ditolak oleh Ahmad karena dianggap sakit biasa saja, seperti sebelumnya yang memang fisiknya yang kurang sehat.
Seperti apa yang disampaikan orang tua Ahmad ketika melayat, Rudy mengatakan bahwa sehari sebelum meninggal, si bungsu dari tiga bersaudara pun nampak sehat.
Bahkan kedua orng tuanya sangat terpukul, dikarenakan Ahmad belum sempat merasakan uang honor bekerja jadi KPPS.
“Uang honornya masih tersimpan Rp500 ribu, belum terpakai,” kata Rudy.
Diketahui Ahmad dimata keluarga merupakan sosok yng berbeda dari kebnyakan remaja putera lainnya, si bungsu dari tiga bersaudara meruakan sosok yang pendiam dan sholeh, serta sering ke mushola.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada penyelenggaraan Pemilu 2019 bertambah menjadi 225 orang.
Jumlah korban itu didasarkan pada data yang masuk ke KPU per Kamis (25/4) hingga pukul 18.00 WIB. (noi/K-2)
Lensa Foto HSU
VARIOPHORIA, Undi 3 Unit Vario 150 Khusus Bulan Januari
Bupati Ikuti Rakornas Investasi
Perubahan Badan Hukum PDAM Bandarmasih Jadi Perumda Mendesak
Polres HSS Gelandang 172 Tersangka
Kalimantan Post - Asli Koran Banua