Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :07:24:19 PM GMT

Headlines:
>> Tri Banjar Banjarmasin DBD Makin ‘Mengganas’

DBD Makin ‘Mengganas’

E-mail Cetak PDF

BANJARMASIN, KP – Serangan penyakit demam berdarah (DBD) dalam bulan Januari 2010  ‘mengganas’ dan penunjukan peningkatan yang cukup signifikan, yaitu mencapai 246 kasus, dan enam kasus di antaranya berakibat fatal yaitu mengakibatkan penderita meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Drg Rosihan Adhani, mengatakan hal itu dalam perbincangan dengan KP di Banjarmasin, Selasa (26/1).

``Puncak serangan DBD diperkirakan terjadi pada bulan Januari – Pebruari 2010, dan untuk mengantisipasi puncak serangan itu, Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel telah menurunkan dua tim pogging untuk membantu petugas fogging di kabupaten/kota di seluruh Kalsel,’’ kata Rosihan.

``Saat ini Tim Fogging yang diturunkan Dinkes Provinsi Kalsel itu sedang melakukan penyemprotan di daerah Banjarbaru, dan yang dipogging adalah perumahan atau pemukiman luas yang padat penduduk,’’ tambahnya.

Dikatakan juga, fogging yang dilakukan tim dari Dinkes Provinsi Kalsel ini menggunakan dua unit mobil. ``Jadi fogging dilakukan dengan mobil, tidak dengan peralatan yang disandang di bahu, selain itu juga dilakukan suplai abate, serta cairan cynop,’’ tambahnya.

Menurut dia, pada tahun 2007 kasus DBD di Provinsi Kalsel mencapai 1324 kasus, tahun 2008 mencapai 720 kasus, dan tahun 2009 mencapai 113 kasus. ``Sedangkan tahun 2010 ini diperkirakan akan terjadi peningkatan, sebab dalam bulan Januari ini saja sudah mencapai 246 kasus, dan enam diantaranya meninggal dunia,’’ katanya lagi.

Ditanya tentang daerah-daerah yang paling banyak terserang DBD, menurut dia, tertinggi Kabupaten Tala, kemudian Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan HST. ``Selain itu penyebarannya hampir merata di seluruh daerah lainnya,’’ imbuhnya.

Dia juga mengatakan, timbulnya penyakit DBD adalah sebagai akibat fenomena alam, yaitu terjadinya perubahan iklim yang berdampak meningkatnya populasi nyamuk aedes agypti sebagai penyebab timbulnya penyakit DBD.

Terlambat Antisipasi
Pada kesempatan itu Rosihan juga mengatakan, dari banyak kasus DBD ternyata yang berakibat fatal adalah karena terlambat diantisipasi, sebab gejalanya ada yang tidak disertai demam, sedangkan penurunan trombosit baru bisa terdeteksi pada hari ketiga. ``Karena itu masyarakat diimbau, bila ada anggota keluarganya yang menderita panas tinggi, demam, , muncul bintik-bintik merah ditubuh, kepala pusing-pusing, apalagi sampai ada pendarahan, harus cepat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,’’ ujarnya.

Dia juga mengingatkan, selain langkah antisipasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel maupun di Kabupaten / Kota se Kalsel, yang juga sangat penting adalah partisipasi aktif dari masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan rumah tinggal, demikian pula sekolah-sekolah harus pula berinisiatif membersihkan lingkungan sekolah. (lia/K-2)