Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :07:32:28 PM GMT

Headlines:
>> Tri Banjar Banjarmasin Nasional Demokrat Resmi Berdiri

Nasional Demokrat Resmi Berdiri

E-mail Cetak PDF

JAKARTA, KP - Organisasi Kemasyarakat (Ormas) Nasional Demokrat resmi berdiri pada 1 Februari 2001 setelah dideklarasikan oleh 45 tokoh nasional.
Deklarasi itu dilakukan di Istora Senayan, Jakarta, Senin (1/2), dalam suasana semarak yang dihadiri ribuan orang yang memadati gedung olahraga tersebut. Sejumlah tokoh politik nasional juga tampak hadir.

Setelah dilakukan pembukaan dengan menyanyikan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan hymne Nasional Demokrat, hadirin disuguhi berbagai tarian nusantara, seperti dari Jawa Barat, DKI, Jawa Timur, Bali, Aceh, Papua dan sejumlah daerah lainnya.

Sebanyak 45 tokoh yang ikut mendeklarasikan berdirinya Nasional Demokrat disebutkan satu persatu dan mereka menempati panggung secara berjajar. Mereka antara lain, Surya Paloh, Sri Sultan Hamengkubuwono X,  Khofifah Indar Parawansa, Siswono Yudhohusodo, Syamsul Muarif, Soleh Solahuddin, Syafii Maarif, Thomas Suyatno dan Bachtiar Aly.

Selain itu, Didik J Rachibini, Bahri Anwar, Tarnamas Sinambela, Anies Baswedan, Rizal Sukma, Said Fuad Zakaria, Jeffrey Geofani, Basuki Tjahaya, Ade Supriatna, Erik Satria Wardana, Enggartyasto Lukita, Budiman Sujatmoko, Budi Suprianto, Malik Haramayn, Zulfadli, Edison Betaubun, Akbar Faisalss serta Edwin Kawilarang.

Selanjutnya, Paskalis Kasay, Ali Umri, Ilham Arif Siradjudin, Franky Sahilatua, Djafar Assegaf, Ferry Mursyidan Baldan, Zulfan Lindan, Poempina Hidayatullah, Meutya Hafidz, Martin Manurung, Eep Saifulloh, Rommy Soekarno dan Ahmad Rofiq.

Anis Baswedan mewakili deklarator menyampaikan pernyataan Manifesto Nasional Demokrat. Kemudian Anies Baswedan bersama Syafii Maarif, Siswono, Khofah Indarparawansa dan Budiman Sujatmoko menyerahkan mandat itu kepada Surya Paloh dan Sri Sultan untuk menyusun kepengurusan di tingkat pusat.

Dalam manifesto itu, Nasional Demokrat menyatakan menolak demokrasi yang sekadar merumitkan pemerintahan tanpa merumuskan kesejahteraan umum.

``Kami menolak, demokrasi yang sekadar merumitkan pemerintahan tanpa merumuskan kesejahteraan umum. Kami menolak demokrasi yang hanya sirkulasi kekuasaan tanpa orentasi kepada publik. Kami menolak demokrasi, tanpa sirkulasi pemimpin yang berkualitas, kami menolak demokrasi tanpa kebebasan dengan kesejahteraan’’.

Nasional Demokrat mencita-citakan demokrasi berbasis demokrasi yang kuat untuk merebut keberhasilan dengan tangan dan keringat sendiri. Nasional Demokrat merupakan gerakan perubahan yang beriktiar membangun indonesia yang terpencar di seluruh Indonesia. (ant/K-2)