Sebuah “Gudang” Jaringan Malaysia Digerebek

Paman Birin: Prestasi Polda Kebanggaan Rakyat Kalsel

Mereka jaringan Malaysia yang peredaran melintas Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalsel.

BANJARMASIN, KP – Mengulang sukses waktu lalu dimana tempat penyimpanan narkotika di Jalan Rawa Sari, Banjarmasin Tengah digerebek dengan 27 Kg (Kilogram shabu dan 9.143 butir ekstasi.

Maka kini giliran “gudang” di Jalan Mahligai Kompleks Griya Mandiri, Kelurahan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.

Tiga pelaku jaringan Malaysia yang mengedarkan narkotika di Kalimantan Selatan (Kalsel) digerebek pada sebuah “gudang” (sebutan rumah penyimpanan narkoba) di kawasan Mahligai ini.

Kasusnya itu digelar, Rabu (11/3) di lobi Mapolda Kalsel, sekaligus pemusnahan sejumlah barang bukti dipimpin Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, dihadiri Ketua DRPD Kalsel, H Supiah HK, Kajati Kalsel, Arie Arifin SH MH  dan pejabat lainnya.

Dari kasus pengerebekan itu, jajaran Dit Resnarkoba Polda Kalsel, sita lagi 22,7 Kg shabu-shabu serta pil ekstasi 13 butir.

“Mereka jaringan Malaysia yang peredaran melintas Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalsel,” tambah Direktur Resnarkoba, Kombes Pol Iwan Eka Putra, kepada wartawan, usai kegiatan.

Dikatakan, kasus itu terbongkar Jumat (6/3/2020) lalu sekitar pukul 15.30 WITA.

Dalam kasusnya, diringkus tiga pelaku, yang dua orang diantara asal Jawa Timur.

Pelaku yakni P alias Yudi (26), warga Dusun Tegalyasari RT O03, RW 001, Desa Tegal Arum, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

SS alias Subur (25), warga Dusun Pancer RT 003, RW 002, Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

An alias Aman (23), warga Jalan Banua Anyar, Kacamatan Banjarmasin Timur.

Ketika itu lanjuut Kombes Pol Iwan, barang dibawa menggunakan mobil Hilux dengan ditempel di dinding bak dan kemudian di bawa ‘ke gudang” tersebut, yang recana akan diedarkan di wilayah Kalsel.

“Itu ada beberapa ons shabu yang sudah djpesan jaringan di Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Tapi belum sempat dikirmkan, keburu kita sita barang buktinya,” tambah Iwan.

Dikatakan, terbongkarnya “gudang” itu dari hasil pengembangan para tersangka yang ditangkap hasil Operasi Antik Intan 2020 Polda Kalsel, termasuk yang kasus jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Teluk Dalam Banjarmasin.

Dari informasi itulah, akan adanya lagi transaksi shabu dalam jumlah besar.

Anggota bergerak melakukan petugas penyelidikan, sesuai ciri-ciri orang yang diinformasikan.

Berita Lainnya
1 dari 1.271

Pada penangkapan pertama adalah tersangka  Aman dengan satu paket shabu dalam tas seberat 1,2 kg.

Kemudian dilakukan penggeledahan “di gudang” kawasan Mahligai dengan meringkus pelaku Yudi dan Subur.

Hasilnya ”di gudang” menemukan barang bukti sabu sebanyak 13 paket dalam tong sampah serta 2 paket di atas kasur, 10 paket shabu dan 13 butir ekstasi.

Total sabu disita 21,5 kg dan ditambah hasil sebelumnya dari tersangka Aman 1,2 kg sehingga semuanta 22,7 kg.

“Kasus itu terus kita kembangkan, dan tidak menutup kemukinan ada jaringan lainnya,” ujar Iwan.

Untuk lakon tersangka sendiri katanya, memang pemain lama.

“Intinya ketika orang baru orang baru pasti tidak mengerti semuanya, yang bermain pasti orang lama tapi ketika ditangjap sellau bilang baru sekali. Itu sudah modus,” beber Kombes Pol Iwan.

Kebangaan

Tentang keberhasilan demi keberhasilan dalam penggagalan peredaran narkoba yang dilakukan Polda Kalsel, mendapat apresiasi Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

Pujian atas kinerja Polda Kalsel, disampaikan gubernur, kemarin.

“Alhamdulilah hari ini kita menyaksikan peredaran narkoba, yang kembali digagalkan Dit Resnarkoba Polda Kalsel,” ucapnya.

Dituturkan, prestasi yang dicapai Polda Kalsel juga menjadi kebanggaan rakyat Kalsel.

Pasalnya, nilai positif atas kinerja Polda itu memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat, khususnya dalam pencegahan peredaran narkoba.

Pria yang akrab disapa Paman Birin itu berujar jika sampai sempat beredar, maka barang haram tersebut berdampak buruk bagi para penyalahguna.

“Kami selalu mendukung upaya pemberantasan peredaran narkoba ini.

Mari kita terus bergerak memberangus yang namanya Narkoba untuk menyelamatkan masyarakat khususnya generasi muda dari penyalahgunaannya,” ujar Paman Birin.

Paman Birin juga bersyukur karena keberhasilan Polda Kalsel mengungkap peredaran Narkoba juga merupakan keberhasilan rakyat di Kalsel.

“Dampak dari peredaran Narkoba ini bisa menyebabkan ribuan warga Banua terpapar. Alhamdulillah Polda Kalsel berhasil mengungkapnya.

Mari kita bersama menjadikan narkoba sebagai musuh bersama,” tandasnya.

Sebelum dimusnahkan, barang bukti jenis shabu, tim dari Polda Kalsel melakukan uji sampel dengan alat khusus terlebih dahulu. Ini bertujuan agar diketahui narkoba yang akan dimusnahkan dan kader kandungannya positif. (ADV/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya