Sekda Akui Hasil Pengujian Swab Metode PCR Lambat

Banjarbaru, KP – Pasien covid yang dilakukan karantina khusus di Kampus II BPSDMD Kalsel di Jalan Ambulung Banjarbaru dan di Tanah Laut melancarkan aksi protes.

Tuntutan mereka sama, terlalu lama menunggu hasil uji swab sehingga membuat mereka semakin lama menginap di tempat karantina.


Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kalsel, Abdul Haris Makkie, mengakui proses pengujian spesimen swab melalui metode PCR membutuhkan waktu yang lama, sebab kapasitas PCR di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru sudah overload.

Berita Lainnya
1 dari 1.416


Permasalahan utama dalam penanganan covid adalah keterbatasan peralatan konfirmasi melalui metode PCR. Ia menyebut saat ini sedang disusun pemenuhan penambahan alat. Ia berharap secepatnya bisa beroperasi.

Kami mohon maaf bahwa kondisi ini harus dihadapi. Tidak ada maksud untuk memperlambat, tapi memang karena peralatan yang kurang mencukupi dengan jumlah sampel yang ada. Agar mempercepat mulai sekarang sampel spesimen swab dari Kalteng sudah tidak diperiksa di Banjarbaru lagi," kata pria yang juga menjabat Sekda Prov. Kalsel ini.

Saat ini Pemprov Kalsel sudah melakukan pembelian peralatan uji spesimen, yang ditempatkan di RSUD Ansari Saleh. Selain itu di RSUD Ulin juga ditempatkan alat tes cepat molekuler (TCM) menggunakan cartridge.

“Spesimen swab yang dikirim tadi (kemarin) malam 400, jauh melebihi kapasitas per hari. Saya kemarin sudah telepon kepala BBTKLPP sampel swab numpuk di angka 2.640 sekian, sedangkan kemampuan pengujian hanya 200 swab per hari,” kata Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Kamis (4/6).(mns/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya