Pemkab HSU Perhatikan Pendidikan Desa Terpencil

BUNDA PAUD HSU – Bersama Bupati berserta sejumlah pengajar PAUD. (KP/Ist)

Amuntai, KP – Dalam upaya memajukan dunia pendidikan, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) terus memperhatikan pendidikan terutama daearh terpencil khususnya Pendidikan Anak Usis Dini (PUAD).

Bunda PAUD HSU Hj. Anisah Rasyidah dalam acara live streaming “Gerakan keluarga mendaftarkan anak ke PAUD dan guru pejuang di atas air Paud from home di masa pandemi covid 19 di Kabupaten Hulu Sungai Utara”, di Mess Negara Dwipa, belum lama tadi.

Annisah mengakui meski berada di wilayah terpencil, Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan selalu berupaya meningkatkan jumlah insentif bagi tenaga pendidik khususnya Paud dikawasan 3T tersebut

“Di Kecamatan Paminggir ada 10 kelompok bermain yang terbagi di tujuh desa, dengan 87 pendidik Paud di daerah 3T tersebut, Alhamdulillah kesempatan kali ini luar biasa diberikan kepada kami, sebagai penghargaan” Ucap Anisah.

Berita Lainnya

Bupati Hadiri Pembukaan Program TMMD 2020

1 dari 208
Loading...

Anisah juga mengharapkan agar semangat perjuangan para pendidik yang berada di kawasan 3T ini tidak pernah luntur dan semakin meningkat.

Pada kesempatan itu, Bunda Paud menyambut baik atas program acara HimpaudiTV yang mengangkat cerita perjuangan para pendidik Paud di kawasan Kecamatan Paminggir yang selama ini merupakan salah satu daerah terpencil 3T (daerah terdepan, terpencil dan terbelakang) di Kabupaten HSU.

Bunda Paud HSU juga menghadirkan langsung tiga guru paud dari Kecamantan Paminggir yaitu EhPatdrawati, Alfiannor dan Margaritawati. Ketiga tenaga pendidik Paud ini diberikan kesempatan menceritakan pengalamannya masing-masing selama menjadi guru di kawasan terpencil di kabupaten HSU tersebut.

Paminggir sendiri merupakan sebuah kecamatan di HSU yang berada di perairan rawa. Satu-satunya akses menuju daerah tersebut adalah menggunakan perahu motor. Sejauh mata memandang hanya air dan gulma yang tumbuh di rawa-rawa. Rumah, sekolah, pasar, perkampungan semuanya dibangun di atas air atau rawa.

Demikian juga dengan seluruh aktivitas kemasyaratannya satu-satunya alat transportasi yang bisa menjangkaunya berupa perahu, mulai dari yang bermesin seperti Klotok, Speedboat sampai perahu kayuh biasa. (nov/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya