Advokasi Dana Desa Untuk Penanganan Stunting

Martapura, KP – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Banjar menyelenggarakan advokasi dana desa untuk penanganan stunting, kemarin.

Kabid Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Noon Zairina Warsita mengatakan, dana desa bisa di optimalkan untuk mencegah stunting, penggunaan dana desa tidak hanya untuk kegiatan fisik semata.

”Tetapi juga dalam pengembangan ekonomi masyarakat dan peningkatan hidup warga di desa,” tandasnya.

Berita Lainnya

LPTQ Banjar Matangkan Kadernya 2 Bulan

Kasus Covid Menurun, Tapi Prokes Jangan Kendor

1 dari 359
Loading...

Dia menjelaskan, stunting disebabkan masalah gizi kronis, akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama. Stunting pada umumnya terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tubuh.

”Sehingga anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, salah satu masalah utama yang dihadapi Indonesia adalah persoalan stunting tersebut. Masalah stunting tidak boleh dianggap remeh semua pihak, karena masalah ini dapat berakibat pada kualitas dari anak-anak penerus bangsa.

Akibat yang ditimbulkan dari masalah stunting, antara lain meliputi fisik anak seperti berat badan dan tinggi badan yang tidak baik. Selain fisik, perkembangan otak anak juga akan terhambat, serta anak berisiko tinggi mengidap penyakit tidak menular, seperti diabetes, obesitas, stroke dan penyakit jantung saat mereka berusia dewasa nanti. (Wan/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya