Pengunggah Video Komplek Landasan Ulin Diaplikasi Tik-Tok Akhirnya Meminta Maaf ke Warga

Banjarbaru,KP – Selasa (01/09/2020) viralnya sebuah video hoax yang diunggah melalui aplikasi Tik-tok menuai protes dari warga internet. Pasalnya dalam video tersebut menyebutkan hal yang membuta warga di Komplek Bumi Landasan Ulin resah karena berita tersebut tidak benar.


Video berdurasi 56 detik ini menampilkan suasana Komplek Bumi Landasan Ulin yang disebutkan sebagai komplek tak berpenghuni dan menyeramkan, ditambah lagi dengan narasi yang seram dan backsound seram. Tentu saja hal tersebut dianggap warga tidak benar dan menimbulkan keresahan warga sekitar.


Menindak lanjuti viralnya video tersebut, Kapolsel Banjarbaru Barat AKP Andri Hutagalung bersama Humas Polres Banjarbaru mempertemukan pemilik akun dengan masyarakat setempat yang merasa dirugikan, di Mapolsek Banjarbaru Barat.

Berita Lainnya

Lagi, Gebrak Masker di Sungai Sumba

1 dari 357
Loading...


Sang pemilik akun NB mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat yang resah dan masyarakat yang merasa dirugikan akibat unggahan video tersebut yang kemudian beberapa pihak yang merasa dirugikan telah sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan dan pemilik akun berjanji akan lebih bijak dalam bermedia sosial.


“Mereka telah dipertemukan, pemilik akun berjanji akan lebih bijak dalam bermedia soial dan juga meminta maaf dengan masyarakat,”ujar AKP Andri Hutagalung.


Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Andri Hutagalung mengimbau kepada masyarkat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi sebelum disebarkan ke masyarakat luas.


“Masyarakat diminta untuk cerdas dan bijaksana sebagai pengguna media sosial. Hati-hati jika salah bertindak hal tersebut bisa merugikan diri sendiri dan masyarakat, dan bisa menjadi pelaku pidana,” imbaunya (dev/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya