Peroleh WTP ke 9 Kalinya
PDAM Bandarmasih 2019, Raub Keuntungan RP 17 M

Jajaran Direksi juga bertekat setidaknya tahun 2020 yang masih dilanda pandemi ini bisa mempertahankan laba sebesar Rp 17 miliar

BANJARMASIN, KP – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih peroleh Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tentang pengelolaan keuangan tahun 2019. Dengan itu perusahaan milik Pemko Banjarmasin ini telah meraih WTP yang ke sembilan kalinya terhitung sejak 2011 dan boleh dibilang setiap tahun.

Selain prestasi tersebut berhasil diraih, namun sisi keuangan 2019 mengalami penurunan laba hingga Rp 5 miliar dari keuntungan tahun 2018 Rp 22 miliar menjadi Rp 17 miliar di tahun 2019.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Ir H Yudha Achmadi menyampaikan, penurunan laba itu disebabkan karena dua faktor. Pertama soal beban operasional yang cenderung meningkat dan beban imbalan pasca kerja.

“Faktornya biaya operasional yang meningkat dan imbalan pasca kerja. Ini yang paling mempengaruhi,” ungkap Yudha yang didampingi Sekretaris Perusahaan Drs R Sudrajat dan Kepala Satuan Pengawasan Intern Ir H Endang Waryono kepada awak media, di Aula PDAM Bandarmasih, Kamis (3/9).

Ditanya soal bagaimana keuntungan tahun 2020 nanti. Yudha mengatakan, pihaknya tidak mau ngotot karena diakuinya pandemi covid-19 ini sangat mempengaruhi ekonomi tak terkecuali kondisi keuangan perusahaan yang ia pimpin.

Berita Lainnya
1 dari 1.440
Loading...

Ia bertekat, setidaknya 2020 ini laba dari nilai 17 miliar itu bisa dipertahankan. Baginya, bisa bertahan dalam situasi ini sudah sangat bersukur.

“Setidaknya kami berupaya bisa bertahan diangka 17 miliar untuk 2020 nanti. Kalau tidak bisa, ya keadaannya memang seperti ini akibat pandemi,” bebernya.

Tentang perolehan WTP yang didapatkan perusahaan air ledeng itu tercatat sudah sembilan kali berturut turut sejak 2011. Adapun nilai hasil auditnya berpredikat sehat dan baik. Nilai baik dari Kepmendagri no 47 tahun 1999, kemudian nilai sehat dari BPPSPAM.

Indikator dari Kepmendagri  itu meliputi berbagai aspek, yakni aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi. Ketiga aspek itu mengalami kenaikan nilai.

Kenaikannya tidak signifikan, namun Yudha mengatakan, itu merupakan bentuk upaya pihaknya dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Kemudian kinerja yang dinilai dari BPPSPAM meliputi 4 aspek, yakni aspek keuangan, aspek pelayanan, aspek operasional dan aspek administrasi. (vin/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya