Tim Dokter Pastikan Netral dalam Pemeriksaan Kesehatan Balon Kepala Daerah

Banjarmasin, KP – Tim Dokter Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Pilkada Kalsel memastikan, dalam pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon (bapaslon) Pilkada di Kalsel memastikan untuk mengedepankan netralitas kinerjanya.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Dokter Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Pilkada Kalsel, dr. M Rudiansyah, SP.PD-KGH, FINASIM saat ditemui Kalimantan Post di RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (9/9/2020) siang.

“Kami netral. Karena kami dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) bukan dari rumah sakit. Walaupun kebanyakan orang-orangnya menggunakan fasilitas rumah sakit,” ucapnya.

Pasalnya, tim dokter mengacu pada data hasil pemeriksaan kesehatan di rumah sakit tipe A yang ditunjuk oleh KPU Provinsi Kalsel ini. Apalagi, tim dokter ini merupakan gabungan dari dokter-dokter di beberapa rumah sakit khususnya di Kota Banjarmasin.

“Pemeriksaan kita selalu pakai data, dan saya berani mempertanggungjawabkannya karena saya sudah 10 tahun mengurus ini,” tegasnya.

Selain itu, Dokter dengan sapaan dr Rudi itu mengaku bahwa pihaknya tidak pernah melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan keinginan petugas dan tidak memaksakan keinginan orang yang lain.

Berita Lainnya

Tangani Pandemi Jadi Fokus Program Haris-Ilham

1 dari 969
Loading...

“Kita tetap netral, karena pertaruhannya nama baik dan harga diri,” tukas dokter yang juga bertindak sebagai Ketua IDI Kalsel itu.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menjelaskan, pemeriksaan swab sebelum pemeriksaan kesehatan bukanlah bagian dari pemeriksaan kesehatan balon kepala daerah. Karena, di tengah pandemi Covid-19, pemeriksaan swab diperlukan guna memberikan perlindungan kepada tim dokter yang memeriksa balon kepala daerah.

“Kami menjaga keamanan dari segi tim pemeriksa, agar tidak tertular dan tidak menularkan (Covid-19). Sebenarnya konsepnya itu, artinya ada pemeriksaan swab ini karena ada pandemi Covid-19 saja. Kalau tidak ada pandemi, tidak ada masuk hubungan apa-apa,” imbuh Rudiansyah.

Menurutnya, pemeriksaan swab tidak menjadi temuan yang dapat menggugurkan balon kepala daerah saat hendak diperiksa kesehatannya. Bahkan dr Rudi menganalogikan pemeriksaan swab tersebut sebagai ‘pintu masuk’ sebelum pemeriksaan kesehatan.

“Ini hanya sebagai pintu masuk bagi kami yang memeriksa. Maka, kami harus yakin negatif Covid-19 dulu,” cetusnya.

Bagi yang positif, ia melanjutkan, jika telah menjalani masa karantina selama 10 hari, tahapan pemeriksaan kesehatan kembali dilanjutkan. Namun, pemeriksaan nantinya akan berbeda dan lebih berhati-hati jika dibandingkan pemeriksaan kesehatan baru-baru ini, seperti menggunakan pakaian lengkap atau APD (alat pelindung diri).

“Kita lanjutkan setelah 10 hari, mungkin agak beda dan hati-hati,” pungkasnya.(Zak/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya