Bawa Mandau, Pria Gempal Mengamuk Bubarkan Demo

Saya hanya ingin membubarkan demo itu karena masyarakat tidak bisa lewat

BANJARMASIN, KP – Ribuan mahasiswa menggelar demo besar-besaran menolak Undang-Undang (UU) Ombnibus Law Cipta Kerja. Massa berkumpul di depan kantor DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kamis (8/10/2020).

Tumpukan massa tersebut, mengakibatkan ada pengalihan arus lalu lintas bagi pengguna jalan yang ingin melintas di jalan tersebut.

Rupanya ada seorang pemuda asal Martapura tidak senang dengan aksi mahasiswa tersebut, lantaran ia kesulitan untuk melintas di kawasan Jalan Lambung Mangkurat yang terhalang banyaknya para mahasiswa berdemontrasi.

Pun demikian, ia tidak mencari jalan alternatif agar sampai ke tempat tujuan dengan cepat.

Justru pria yang belakangan diketahui bernama Muhammad Adi Suhada (21) malah bikin onar dan mengamuk di tengah aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan mahasiswa tersebut.

Karuan saja, ia menjadi pusat perhatian karena aksi nyelenehnya itu.

Betapa tidak, dengan sok jagonya pria berusia 21 tahun tersebut nekat melepaskan baju dan memperlihatkan senjata tajam jenis mandau yang diikatkan ke pinggangnya.

Bahkan dengan nada kesal, ia teriak-teriak ingin membubarkan demo yang dilakukan mahasiswa.

Berita Lainnya
1 dari 941

Tak pelak, aksi Muhammad Adi Suhada ini mencuri perhatian petugas kepolisian dan mahasiswa. Sebab, ditengarai sebagai penyusup yang ingin memprovokasi jalannya demo.

Dengan sigap, pria bertato bertubuh gempal yang diduga mabuk ini pun langsung didatangi petugas kepolisian.

Meski sempat melawan, namun pria dengan rambut bersemir dan kepala diikat kain mirip bendera merah putih ini berhasil diamankan petugas.

Saat dimintai keterangan, Adi mengatakan, perbuatannya itu dilakukan karena tidak suka dengan demo mahasiswa. Sebab, masyarakat pengguna jalan merasa terganggu.

Sebenarnya, ungkapnya, ingin ke tempat temannya di Kampung Sasirangan, Sungai Mesa. Dan sempat mendapat saran dari pamannya bernama Ahong jangan melintas lewat jalan Lambung Mangkurat karena ada aksi demo.

Tapi ia mengaku, tetap membonceng istrinya menggendarai sepeda motor jenis Mio Soul menuju tempat temannya melalui jalan Lambung Mangkurat.

Alasan melewati jalan tersebut, karena kasihan terhadap masyarakat dan ingin membubarkan mahasiswa demo.

Saat ada di lokasi demo dan kesal melihat unjuk rasa yang mengakibatkan jalanan menjadi macet, sehingga ia nekat turun ke tengah massa dengan maksud ingin membubarkan.

Ditanya petugas tujuannya membawa mandau? Adi menyatakan, agar mahasiswa yang berdemo tersebut pulang. “Supaya itu lo, yang demo-demo itu pulang,” katanya. (yul/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya