Bahan Jamu, Warga Sungai Pinang Ramai Tanam jahe

Martapura, KP – Munculnya pandemi Covid-19 ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pembuat jamu tradisional, maupun petani pemasok bahan bakunya, karena permintaannya meningkat signifikan. Jamu dipercaya bisa meningkatkan daya tahan, sehingga dapat mencegah masuknya virus ke dalam tubuh.

Ramuan jamu tradisional diolah menggunakan bahan baku alami dari tanaman herbal, seperti jahe, kunyit, kencur dan temulawak.

Harga jahe yang menjanjikan di pasaran tersebut membuat masyarakat di Desa Belimbing Baru, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, menanam tanaman komoditas ini secara mandiri.

Tim pengabdian kepada masyarakat PSKM FK ULM menyebut kelompok masyarakat ini sebagai Petani Penanam Jahe atau ”Ninja”. Desa Belimbing Baru sendiri terletak di daerah cukup terpencil di Kabupaten Banjar. Rata-rata pencaharian penduduk adalah petani, termasuk berkebun dan tergolong kategori masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Tim pengabdian kepada masyarakat PSKM FK ULM, terdiri dari Laily Khairiyati, Agung Waskito dan Anugrah Nur Rahmat merasa perlu untuk membantu memberdayakan masyarakat disana, dengan cara memberikan bantuan berupa modal guna membeli dan membudidayakan tanaman jahe dan sejenisnya, seperti kencur dan kunyit, guna mendukung produksi jamu tradisional.

Berita Lainnya

Bupati Buka Rakerda LPTQ Banjar 2021

Bupati Beri Bantuan Korban Puting Beliung

1 dari 571

”Berdasarkan survei di lokasi tersebut, terdapat sekitar 1-2 hektar lahan kosong milik masyarakat yang dapat difungsikan untuk menanam tanaman komoditas ini,” kata Laily Khairiyati, kepada KP, Minggu(22/11).

Sebelumnya, lanjutnya, karena naiknya permintaan jamu di masa pandemi ini, Kampung ”Pejabat” (Pembuat Jamu Tradisional Kelurahan Loktabat) di Kota Banjarbaru juga kebanjiran pesanan.

”Kendati demikian, keuntungan didapat tidaklah mengalami peningkatan, karena harga bahan baku kini juga semakin mahal dan belum adanya pelabelan, bahkan pengemasan terlihat seadanya,” tandasnya.

Menganalisis kondisi obyektif tersebut, pihaknya lalu melaksanakan kegiatan Program Desa Mitra (PDM) melalui jalinan kerjasama yang dinamakan Duo Aksi Sinergi ”Pejabat” dan ”Ninja” sebagai solusi bagi kedua mitra.

”Produk yang lahir dari kerjasama ini adalah jamu kemasan yang di upgrade dengan tambahan labeling dan marketing melalui media sosial instagram @jamu.pejabat. Kegiatan kerjasama dengan petani jahe dan sejenisnya, meliputi pembudidayaan jahe, seperti persiapan lahan, pembelian bibit, kegiatan pemeliharaan serta biaya panen,” pungkasnya. (Wan/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya