Kamad Garda Terdepan Mendidik Generasi Bangsa

Oleh : M.Noor.S.Ag
Pengawas Madrasah Batola

Firman Allah SWT, “Innallaha laayugayyiru maabiqaumin hatta yugayyiruumaa bi anfusihim”. Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. (QS. Ar Raad : 11). Jabatan (Kamad) Kepala Madrasah adalah sebuah amanah, dalam bentuk kepercayaan yang harus di jaga dan dilaksanakan dengan baik serta penuh tanggung jawab, khususnya dalam membangun citra kelembagaan, pemerintahan, agama bangsa dan negara yang baik dan bersih. Jabatan ini juga sebuah kepercayaan yang diberikan kepada orang-orang pilihan bagi mereka yang dinilai secara obyektif, mempunyai keahlian, kompentensi serta didekasi yang tinggi dalam hal kepribadian juga kepemimpinan, sehingga bisa melaksanakan tugas yang diamanahi harus dapat dipahami serta diemban dengan penuh tanggung jawab, harus dikerjakan lebih baik dalam memberikan konstribusi bagi lembaga dan daerahnya dimana tempat ia bertugas. Disamping itu juga Kamad wajib agar selalu memperhatikan sungguh-sungguh kinerja para

Berita Lainnya

Menjadi Al Amin dan Ash-Shi-Siddiq

Internasionalisasi Layanan Kesehatan

1 dari 178

guru di lingkungan kerja masing-masing, serta ketaatannya terhadap ketentuan yang mengatur kepegawaian termasuk ketaatan dalam melaksanakan jam mengajar maupun pengelolaan dokumen yang terkait kegiatan proses belajar mengajar. Demi terciptanya insan/SDM yang unggul, maju di masa akan datang, sehingga akan dapat melahirkan generasi-generasi penerus yang hebat, bermartabat dan berkualitas. Sebuah syair yang berbunyi “Syubbaanulyauma Rijaalul Gadi”, artinya pemuda hari ini penentu kehidupan masa akan datang” Pemuda adalah generasi penerus bagi bangsa ini, di tangan pemudalah baik buruknya suatu bangsa dan Negara, sebagai langkah kekuatan untuk memajukan, dan dalam membela Agama, oleh karenanya Pemuda diharapkan bisa berperan proaktif untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan NKRI HARGA MATI. Tanggung jawab moral dan struktural sebagai garda terdepan memberikan keteladanan dalam mendidik generasi bangsa, dengan senantiasa menegakkan, kedisiplinan, integritas, profesionalitas dan nura

ni sebagai abdi masyarakat serta tak kalah pentingnya selalu berupaya meningkatkan kapasitasnya dan kompetensinya, sebab pejabat fungsional, ditentukan dengan kemampuan dalam menalaah, pemantauan, menganalisis serta kemampuan dalam memberikan rekomendasi terkait dengan perbaikan-perbaikan masalah yang ditemukan. Sehingga diharapkan dapat mampu mengawal tata kelola kelembagaan, pemerintahan yang lebih baik, Profesional dan Akuntabel. Perlu di ingat dan diwaspadai, apabila kehidupan pemuda-pemudi itu kosong dari Ilmu agama dan pengetahuan umum, maka bangsa dan Negara kita akan mengalami kemunduran bahkan kehancuran, kita akan tergilas roda zaman yang kian hari kian berubah, apalagi sekarang ini kita dihadapkan dengan dengan arus zaman teknologi media informasi dan globalisasi yang sangat dahsyat, kejadian di Mekkah, Amerika dan Negara-negara belahan dunia bisa kita ketahui saat ini juga dengan media internet. Oleh karena itu Imam Syafi`i, mewanti-wanti kata beliau “Hayaaulfataawallaa hubililmiwattuqaa, izaalam

yakuunaali`tibaarilizaatihi”, artinya “Hendaknyalah kehidupan seorang pemuda itu dihiasi dengan dengan ilmu dan bertaqwa kepada Allah, apabila tidak maka rugilah pemuda itu”. Nah maka dari itulah kita sebagai seorang Kamad sekaligus public figur pendidik calon pemimpin anak bangsa dituntut untuk kerjakeras, disiplin, sungguh-sungguh untuk meraih kehidupan yang lebih baik dimasa kini dan masa akan datang, bentengi diri dengan iman dan taqwa serta berhati-hati juga waspada terhadap kehidupan saat ini, yang penuh tantangan ujian dan cobaan silih berganti, apalagi yang namanya korupsi, narkoba, dan paham radikalisme 75 persen sasarannya adalah generasi muda. Jauhi dan hindari jangan sekali-kali mencoba-coba dan terpapar apa lagi memakai dan mengedarkannya, itu sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan anak-anak muda kita. Tekun beribadah dan laksanakan sholat 5 waktu tepat waktu seringlah membaca dan mengamalkan kitab Alqur’an sebagai landasan dan pedoman hidup untuk mencapai mardhatillah, Insya Allah akan mendapatkan keselamatan baik didunia maupun akhirat. Mudah–mudahan Allah SWT selalu memberikan kesehatan lahir dan bathin serta Taufik dan HidayahNYA kepada kita, sehingga dapat melaksanakan tugas sehari-hari dengn baik. Amin yaRobbal Alamin. Demikian semoga bermanfaat.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya