Terdakwa Pungli Minta Bebas

Banjarmasin,KP – Tim penasihat hukum terdakwa M Rusli yang didakwa melakukan pungutan liar (Pungli) dalam pelaksanan pada proyek PTSL yang dulu disebut Prona dari tiga desa di Kecamatan Daha Selatan Kab. HSS, memohon kepada majelis untuk membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan.

Tetapi, kata tim penasihat hukum tersebut yang dimotori A Rifani dari Lembaga Bantuan Hukum Sultan Adam, apabila majelis berpendapat lain kiranya dapat diberikan hukuman yang seringan-ringannya.

Nota pembelaan tersebut disampaikan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa (24/11/2020) dihadapan majelis hakim yang dipimpin Daru Wastika.

Penasihat hukum tersebut punya alasan bahwa kliennhya dalam persidangan selalu koperatif dan tidak pernah dihukum serta mengakui perbuatannya.

Sementara pembelaan terdakwa secara langsung menyebutkan, tidak punya kekuasaan untuk membuat sertfikat, dan uang yang diterimannya tersebut selain untuk transport serta upah jerih payah dalam pengurusan.

Diakuinya jarak antara desa sampai ke Kandangan sekitar 30 km.

Berita Lainnya

Mantan Kades Hamak Utara Dibui Tiga Tahun

1 dari 1.482

Seperti diketahui terdakwa oleh JPU Bobby dituntut 5 tahun penjara dan Denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan.

JPU Bobby berkeyakinan, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 11 huruf e UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasa Tindak Pidana Korupsi.

Seperti diketahui, M Rusli telah mengumpulkan uang dari warga yang lahannya terkena PTSL tahun 2020 ini sebesar Rp29.600.000.

Perbuatan itu menurut jaksa dalam berkasnya bertentangan dengan pasal 15 Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang No 35 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap diubah dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang No 1 Tahun 2017 disebutkan bahwa biaya pengurusan PTSL berasal dari pemerintah dan tidak dipungut bayaran.

Pungutan yang dilakukan M Rusli masih dalam berkas jaksa bertujuan untuk menguntungkan diri sendiri.

Rusli sehari-hari adalah guru pada salah satu madrasah Ibtidaiyah di tempat tinggalnya. (hid/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya