Air Pasang Ganggu Aktivitas Warga
Beberapa Kawasan Direndam Air

Fenomena tersebut kemungkinan bisa saja dikarenakan akibat badai La Nina yang sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Kota Banjarmasin

BANJARMASIN, KP – Fenomena pasang surut air yang belakangan terjadi di beberapa kawasan di Kota Banjarmasin sudah mulai meresahkan warga.

Pasalnya, berdasarkan pantauan Kalimantan Post di beberapa titik dalam beberapa hari ini terdapat beberapa kawasan yang letaknya terbilang rendah jika dibandingkan dengan wilayah lain tergenang oleh aliran sungai.

Contohnya di kawasan Jalan Simpang Anem, Zafri Zam-zam, Kecamatan Banjarmasin Barat, badan jalan di kawasan tersebut hampir setiap malam dalam beberapa hari ini selalu terendam.

Alhasil, aktivitas warga yang sering melalui kawasan tersebut pun terganggu. Bahkan, baru-baru ini ada rumah yang roboh akibat hantaman ombak dari air Sungai Martapura yang pasang.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony mengatakan, bahwa kondisi tersebut akan terjadi hingga tanggal 11 Desember mendatang.

“Dari data yang kami dapat, pasang tinggi seperti ini akan terjadi lagi pada 16 sampai dengan 22 Desember 2020,” ucapnya pada Kalimantan Post melalui sambungan telepon, Senin (7/12) sore.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut kemungkinan bisa saja dikarenakan akibat badai La Nina yang sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Kota Banjarmasin.

Kendati demikian, ia melanjutkan, permukaan air laut setiap tahunnya akan naik atau lebih tinggi daripada permukaan tanah. Hal ini terjadi lantaran pengaruh dari pemanasan global.

“Otomatis permukaan air sungai yang ada di kawasan Kota Banjarmasin pun juga ikut naik,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait peristiwa ambruknya rumah akibat pengaruh gelombang air pasang sungai, pria dengan sapaan Thony itu tidak memungkiri bahwa permukiman yang berada di daerah bantaran sungai merupakan salah satu kawasan atau daerah rawan terhadap bencana.

“Seperti banjir dan rawan akan terjadi longsornya tebing sungai,” sambungnya.

Berita Lainnya

BIN Sasar Vaksin ke MAN

APBD 2022 Fokus Percepatan Penanganan Covid-19

1 dari 3.583

Ia membeberkan, hal tersebut terjadi dikarenakan palung sungai selalu mencari kestabilan atau keseimbangan yang dinamis. Sehingga bergerak terus karena aliran air.

Bahkan, kemungkinan proses degradasi dan agradasi di palung sungai menyebabkan ketidakstabilan pada daerah tepian sungai.

“Karenanya, memang perlu dibangun kesadaran di masyarakat untuk lebih mengenal daerah rawan bencana khususnya di tepian sungai,” ujarnya.

Hal ini sesuai dengan amanah dalam Undang-Undang dan peraturan yang terkait persungaian dan yang terbaru. Seperti Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2018 tentang SPM bidang permukiman.

“Disana menyatakan bahwa tempat tinggal di bantaran sungai merupakan daerah atau kawasan yang rawan bencana,” tukasnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan, jika dipahami PP nomor 2 tahun 2018 tersebut secara tegas memberikan peringatan terhadap masyarakat untuk menghindari daerah yang disebut dengan kawasan rawan bencana.

“Permukiman di bantaran sungai harusnya secara bertahap perlu ditertibkan dan dikembalikan fungsinya sebagai bagian dari sungai itu sendiri,” tandasnya

Sementara itu, di tempat terpisah, Salah seorang warga Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Fudail mengaku jika dalam beberapa malam belakangan lantai rumahnya selalu digenangi air akibat naiknya permukaan sungai kuin yang ada di belakang rumahnya.

“Seluruh perabotan rumah basah akibat air pasang. Lantai rumah digenangi air sampai diatas mata kaki orang dewasa,” imbuhnya.

Pemuda asli Kuin itu menuturkan, bahwa fenomena seperti itu sudah menjadi agenda tahunan yang dialami keluarganya. Terutama di bulan Desember.

“Sudah biasa. Hampir setiap tahun terjadi,” ujarnya singkat.

Sehingga, ia menyiasati rumahnya dengan tidak meletakkan perabotan rumah tangga ataupun perlengkapan elektronik di lantai untuk menghindari terjadinya konsleting listrik.

“Tv dan alat elekronik lainnya khususnya kabel-kabel listrik semuanya ditempel di dinding. Jadi kalau air naik mendadak, rumah kita masih aman. Cuma lantai saja yang tergenang,” tutupnya. (Zak/K-11)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya