Geger Warga Banjarmasin Terbawa Arus, ERM ACT-MRI Kalimantan Selatan Berikan Pertolongan

Banjarmasin, KP – Seorang warga Banjarmasin bernama Icat (30), didapati hanyut terbawa arus Sungai Martapura. Pemuda ini diduga hanyut, usai terjatuh dari bantaran rumahnya saat hendak mandi di rumahnya, Rabu (16/12) siang.

Mendengar adanya informasi orang yang terbawa arus sungai, Tim Emergency Response Management (ERM) ACT-MRI Kalimantan Selatan berupaya memberikan pertolongan pertama.

Dengan menggunakan perahu karet berwarna orange, 7 orang relawan MRI-ACT Kalimantan Selatan berupaya menyelamatkan nyawa Icat semaksimal mungkin.

Mereka mengayuh perahu melawan arus Sungai Martapura yang mengalir cukup deras, salah seorang relawan berupaya mengangkat tubuh Icat, untuk kemudian dievakuasi ke pinggiran sungai. Kayuhan relawan pun akhirnya menambatkan perahu di bibir sungai.

Tak menunggu lama, Icat pun diangkat ke tandu, untuk kemudian dievakuasi guna mendapatkan pertolongan pertama.

Para relawan pun memberikan bantuan pernapasan dengan menggunakan tabung oksigen. Beruntung, Icat langsung siuman sesaat setelah mendapatkan pertolongan pertama dari relawan yang bertugas.

Rangkaian peristiwa tersebut, merupakan simulasi water rescue yang dilakukan Tim ERM ACT-MRI Kalimantan Selatan, dalam menghadapi potensi bencana menyusul masuknya fenomena La Nina di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan.

Berita Lainnya

BKPRMI Berdoa untuk Banua

1 dari 2.114

Menurut Komandan ERM ACT-MRI Kalimantan Selatan, Muhammad Riadi, rangkaian simulasi water rescue ini untuk memantapkan kesiapan relawan yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

“Dalam skenario water rescue tadi, kita evakuasi korban dengan menggunakan perahu karet dan alat pelindung diri (APD) yang lengkap, untuk menyelamatkan korban. Karena yang kita utamakan adalah safety (keselamatan). Sebelum menolong orang, utamakan keselamatan diri sendiri dulu,” papar Riadi pda awak media di sela simulasi.

Ditambahkan Riadi, pelatihan tersebut bertepatan dengan Apel Siaga Menghadapi Potensi Bencana Tahun 2020-2021 yang serentak dilaksanakan di beberapa kantor cabang ACT di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.

Apel siaga sendiri digelar untuk mengantisipasi adanya potensi bencana, khususnya di Kalimantan Selatan.

“Cuaca ekstrem La Nina ini dikhawatirkan membahayakan masyarakat. Contohnya yang sering terjadi yaitu bencana banjir, longsor dan puting beliung. Khususnya di Kalimantan Selatan yaitu banjir dan puting beliung,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan yang juga Ketua Umum MRI Kalimantan Selatan Zainal Arifin mengatakan, kesiapan relawan untuk menghadapi potensi bencana sangat diperlukan. Tentunya, juga harus ada komitmen bersama dalam membantu menangani setiap bencana yang terjadi.

“Apa yang kita lakukan, adalah dengan memberi bantuan penanganan bencana. Para relawan ini merupakan orang-orang pilihan lembaga yang merupakan perpanjangan tangan lembaga pusat untuk membantu menangani bencana di daerah kita,” tutur Zainal di sela apel siaga yang dilaksanakan di Halaman Kantor ACT Cabang Kalimantan Selatan di Banjarmasin.

Ia menjelaskan, Kalimantan Selatan masih tergolong aman dari bencana. Namun demikian, Zainal mengingatkan potensi bencana bisa saja terjadi, apalagi dengan fenomena cuaca ekstrem yang beberapa waktu terakhir terjadi di Bumi Lambung Mangkurat ini.

“Apel siaga ini bertujuan, agar kita ingin bersiap siaga menghadapi bencana yang datang kapan saja,” tandasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya