Sekian Lama Dinanti, Akhirnya Jembatan Gerilya Diresmikan

Usulannya sudah ada sejak 2007 era Walikota, Yudhi Wahyuni, dan baru bisa diwujudkan pada tahun ini

Banjarmasin, KP – Setelah sekian lama dinantikan yakni hampir lebih kurang 15 tahun, bangunan jembatan di jalan Gerilya Kecamatan Banjarmasin Selatan akhirnya selesai dibangun.

Secara simbolis, jembatan yang menelan biaya sebesar Rp 13 M lebih dari APBD Kota Banjarmasin itu, diresmikan oleh Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, Rabu, (30/12) pagi.

“Peresmian jembatan ini, rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan,” ungkap Ibnu Sina disela-sela acara peresmian jembatan Gerilya tersebut.

Ibnu mengatakan, bahwa jembatan dengan panjang 50 meter dan lebar 10 meter itu usulannya sudah ada sejak 2007 era Walikota, Yudhi Wahyuni, dan baru bisa diwujudkan pada tahun ini.

Jembatan Gerilya tersebut tambah Ibnu bisa bisa melayani warga di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Kelayan Timur, kelurahan Murung Raya dan Kelurahan Tanjung Pagar.

“Semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga sekira,” ujar Ibnu.

Berita Lainnya
1 dari 2.761

Ibnu menuturkan keberadaan jembatan yang didesain dengan model melengkung itu tidak mematikan jalur transportasi sungai di kawasan tersebut.

Karena tambahnya, pembangunan jembatan sengaja dibuat melengkung agar bisa memberi ruang bagi alat transportasi sungai melintas di bawahnya.

“Desain jembatan dibuah khusus, agar transportasi sungai seperti kelotok atau jukung yang biasa digunakan warga masih juga bisa dimanfaatkan warga setempat,” tandasnya.

Keberadaan jembatan ini pun seakan – akan menjadi solusi bagi warga setempat, yang selama ini kerap mengeluh dengan kondisi jembatan sebelumnya.

Menurut salah satu warga sekitar Miah, jembatan tersebut sangat bermanfaaat bagi warga sekitar, bahkan dengan adanya jembatan tersebut arus lalu lintas bisa lancar.

“Kalau dulu sering macet disini sampai ke jalan Haur Kuning, Apalagi saat hari Minggu macetnya sangat parah,” ucap Miah, saat menyaksikan peresmian jembatan tersebut.

Lain lagi yang dikatakan Sarinah, menurut warga Jalan Kelayan A itu saat jembatan sebelumnya yang hanya berbahan dasar kayu kerap tergenang ketika air sungai pasang.

“Sekarang jembatannya besar. Tidak lagi macet. Sudah enak dilewati kalau mau pergi ke majelis,” pungkas Sarinah. (zak/k-11)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya