Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINE

Tala Kembali Perpanjangan Status Tanggap Darurat

×

Tala Kembali Perpanjangan Status Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini
WABUP TALA - Abdi Rahman memimpin rakor evaluasi tanggap darurat bencana banjir dan longsor bersama forkopimda di Aula Pencerahan Bappeda. (KP/Ist)

Pelaihari, KP – Melihat kondisi curah hujan yang masih tinggi berdasarkan laporan BMKG selama bulan Februari sehingga meningkatkan risiko terjadi nya banjir dan longsor.

Meskipun bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tanah Laut (Tala) saat ini mulai reda, namun masih ada beberapa daerah yang tergenang banjir dan potensi terjadi longsor. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten (pemkab) Tala memperpanjang status tanggap bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tala.

Android

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Tala Abdi Rahman saat memimpin rapat koordinasi evaluasi tanggap bencana banjir dan tanah longsor bertempat di Aula Pencerahan Bappeda Tala, pada Senin (8/2/2021).

Wabup mengatakan beberapa desa yang masih tergenang banjir saat ini adalah Desa Handil Negara, Kurau dan Kali Besar di Kecamatan Kurau, Desa Banua Raya dan Bati Bati di Kecamatan Bati Bati serta Desa Handil Birayang Bawah Kecamatan Bumi Makmur.

“Untuk wilayah yang berpotensi tanah longsor adalah Desa Panggung Baru Kecamatan Pelaihari dan Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin,” tuturnya.

Abdi juga mengingatkan kepada seluruh tim relawan terkait kebutuhan sandang, pangan serta kesehatan masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor agar dapat terpenuhi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tala H. Dahnial Kifli yang mendampingi wabup pada rapat tersebut menambahkan perpanjangan masa tanggap darurat bencana ini akan berlaku selama 14 hari kedepan. Hal tersebut dilakukan mengingat kondisi di lapangan yang belum memungkinkan untuk melaksanakan masa transisi pasca bencana.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala M Kusri mengungkapkan sebanyak 1060 jiwa masih mengungsi dibeberapa titik pengungsian Tala. Ia juga menyatakan untuk stok beras yang masih ada di posko kabupaten sekitar tiga ton, mie instant 500 dus serta bantuan-bantuan dari berbagai pihak yang masih mengalir sampai saat ini. (rzk/K-6)

Iklan
Baca Juga:  Umat Kristen Palestina Juga Jadi Sasaran Serangan Pemukim Yahudi yang Meningkat
Iklan