Dampak Pandemi, 927 Pengusaha di Kalsel Rumahkan Karyawan


Banjarmasin, KP – Dampak pademi sejak 2 Maret 2020 sampai sekarang ini ternyata data dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Kalsel sebanyak 927 pengusaha sudah merumahkan karyawannya, mulai sektor jasa, pariwisata hingga pertambangan, perkebunan, dan sedikit sektor perkayuan.


“Kalau boleh jujur sekarang ini dampak pandemi banyak pengusaha yang terseok-seok dan terutama sektor jasa dan pariwisata, mereka sudah mulai beralih ke usaha lainnya, tetapi karena kondisi perekonomian belum membaik sehingga berharap vaksin yang digalakkan pemerintah merupakan harapan besar APINDO,’’ ucap Ketua APINDO Kalsel H DR Supriadi, saat berbicara pada acara Rapat Kerja dan Koordinasi sekaligus menggelar kegiatan Webinar Nasional, Sabtu (06/03/2021) di Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin.


Webinar Nasional yang dibuka Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pusat, Hariyadi Sukamdani, dengan mengangkat tema “pemulihan dunia usaha ditengah kondisi Pandemi, strategi solusi dan berusaha” dengan menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, diikuti para Dewan Pimpinan Kota dan Kabupaten (DPK), perwakilan UKM, juga Kepala Dinas Tenaga Kerja Drs H Siswansyah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Opik Taupik.


Dihadapan pemateri Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Teten Masduki, Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO Hariadi B Sukamdani dan Founder Wismilak Group Ronald Walla, Supriadi mengajak para pengusaha di daerah untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19.


Karenanya, dengan keterpurukan seperti sekarang ini diharapkan melalui kegiatan ini bisa banyak memberikan solusi bagi pengusaha di daerah yang hari ini, sebanyak 83 persen terkena dampak Pandemi Covid-19.

Bahkan onwer Borneo Chicken ini juga mengajak semua pengusaha dan warga berdoa bersama2 supaya pandemi segera berakhir.

Berita Lainnya
1 dari 714


“Pada hari yang bahagia ini ini lengkap pembicaranya, ada yang bicara kebijakan pemerintah membantu pelaku UMKM saat Pandemi Covid-19. Kemudian ada yang berbicara organisasi dan pengusahanya. Semoga peserta yang hadir baik secara online maupun offline bisa menambah wawasannya untuk diaplikasikan pada usahanya,” tambahnya.


Sementara itu, R Wahyu Handoko Ketua Departeman Sekretariat DPN APINDO Indonesia menambahkan, koordinasi antar semua pihak dirasa penting hari ini agar usaha para pengusaha yang tergabung dalam APINDO bisa tetap bertahan dan eksis ditengah Pandemi Covid-19. Karena dampak pandemi boleh dibilang memporak-porandakan usaha di sektor jasa dan pariwisata termasuk UKM dibawahnya.


Ketua Panitia Webinar Nasional Rapat Kerja dan Koordinasi Provinsi Kalsel, Ragil Supriyanto mengatakan tujuan kegiatan ini untuk mendorong Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalsel terus berupaya mendorong agar pengusaha di daerah bisa bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19 dan APINDO bisa segera melakukan sejumlah program yang sempat tertunda, salah satunya pembuatan sentral UMKM terbesar di Banua.


Sebelum acara Webinar Nasional juga digelar pengukuhan sekaligus melantik M Yogi Chafoza sebagai Ketua Umum dan Naufal Arifin sebagai Wakil Ketua Umum yang dilakukan di Swissbel Hotel, Sabtu (06/03/2021) oleh Ketua APINDO Kalsel H DR Supriadi.


M Yogi Chafoza usai dilantik mengatakan bahwa Apindo Kota Banjarbaru akan fokus membantu dan memulihkan ekonomi masyarakat, usaha kecil menengah (UKM) dan UMKM. Karena keduanya merupakan penggerak perekonomian negara.


Selain terus menjalin komunikasi dengan Pemko Banjarbaru untuk mengangkat UMKM, serta fokus pada ketenagakerjaan.

“Apindo Banjarbaru akan berperan aktif menjalin komunikasi dengan stakeholder terkait, khususnya pemko setempat, dan lebih fokus ke Dinas UMKM dan Dinas Ketenagakerjaan,” tandasnya.(vin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya