Dana PON terlalu sedikit
KONI Kalsel sangat kecewa

KONI Kalsel merasa kecewa dengan Dispora, karena dana hibah untuk PON Rp7,24M dinilai sedikit, dibanding anggaran Dispora sekitar Rp90M

BANJARMASIN, KP – Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan merasa kecewa dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora ) Kalsel mengenai dana hibah untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua nanti. Pasalnya dana sebesar Rp7,24 M itu dinilai sedikit dengan anggaran Dispora sekitar Rp90 Miliar.

Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Kalsel Gusti Perdana dalam jumpa pers secara virtual di KONI Kalsel, yang disaksikan Wakabid Binpres KONI H Muchlis Muhktar dan Humas KONI H Mursyid Arpan Jumat (12/3/2021) sore, mengatakan terkejut adanya sebuah pemberitaan bahwa bahwa anggaran Dispora Rp90 miliar lebih. Dimana dalam pihaknya beberapa kali rapat dengan Dispora dan Komisi IV DPRD dan Dispora juga hadir bahwa anggaran Rp90 M tidak pernah disampaikan ke kami.

“Dimana anggaran yang disampaikan ke kami adalah Rp18 M. Sehingga kemarin jika anggaran Rp18 miliar mau apa lagi. Tapi jika anggaran Rp90 M di Dispora kami sebagai insan olahraga pengurus KONI. Kalsel hanya diberikan dana hibah Rp7,24 miliar sangat keberatan,” papar Perdana dengan mimilk kecewa.

Karena PON ini adalah event 4 tahunan sekali bahwa kita (Kalsel) akan ikuti PON ke XX di Papua.

“Saya tak bisa bayangkan di Papua itu semuanya serba mahal justru anggaran kita hanya diberikan Dispora 7,28 persen dari budget anggaran di Dispora,” ucap Dana.

Apalabila kita tau Paman Birin adalah pembina olahraga terbaik se Indonesia, bagaimana mungkin kita bisa capai target kalau hanya diberikan dana Rp7,24 M.

Berita Lainnya
1 dari 349

“Menurut saya sebagai kabid Binpres harusnya nilai total dihibahkan ke KONI 20 persen dari nilai yang ada anggaran Dispora, itu juga belum termasuk karena anggaran kami di KONI sebesar usulan Rp30 miliar usulkan saat ada kegiatan PON XX di Papua.”Ucapnya.

Anggaran itu pun terbagi dimana Rp12 M anggaran keberangkatan, Rp4 M anggaran sentralisasi dan sisanya adalah anggaran KONI dan pembinaan. Sudah barang tentu anggaran pembinaan kita besar dengan target 14 emas maka anggaran pembinan ini paling besar, cetusnya.

Untuk itulah kami perlu sampaikan keberatan atas hibah yang cuma Rp7.24 M dan kami baru tau bahwa anggaran dsipora sebesar Rp92 M.

Dikatakannya, total dana ke Papua, Rp35 M tapi oleh komisi IV dan Sekda berapa sih anggaran rill. Dan setelah pihaknya kurangi anggaran menjadi Rp29 M. Yang kami tidak tau anggaran Dispora itu yang selalu dibicarakan ke kami Rp18 M tidak pernah dibicarakan Rp90 M.

“Seharusnyu diutamankab kegiatan untuk PON. Jika pun anggaran perubahan biasanya keluarnya pada Oktober, sedangkan PON pada 2 Oktober namun sejak September sudah ada pertandingan-pertandingan Ini jadi kesulitan kita, kalau anggaran perubahan pun ada,” jelasnya.

Dimana harusnya di murni dulu dana kita siapkan baru bicara perubahan untuk tambahan.

“Jangan andalkan perubahan, dana dihibahkan ke KONI sedikit dulu dan ini jadi kesulitan kita,” tambahnya.

Dipaparkannya hubungan dengan KONI memang baik, cuma dengan adanya anggaran Rp90 M ini mereka baru tau dan menjadi pembicaraan di pengurus KONI . Pihaknya menganggap dengan anggaran dihibahkan Rp7.24 m dengan anggaran Dispora Rp90 miliar ini pelecehan untuk KONI Karena ini ada event PON kita hadapi, pungkas Kabid Binpres KONI Kalsel. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya