Di Tengah Pandemi, Keuntungan Koperasi Pedami PDAM Naik Rp300 Juta


Banjarmasin, KP – Meskipun banyak koperasi di Kalsel terkena dampak pandemi yang sudah setahun hingga omzet penghasilan menurun sampai 40 persen tetapi tak terjadi di Koperasi Pedami PDAM Bandarmasih. Hal ini dibuktikan ditutup tahun 2020 Kopkar ini justru meraup keuntungannya meningkat hingga Rp300 Juta dibanding tahun 2019.
Hal itu terungkap dalam Rapat Anggaran Tahunan (RAT) yang dibuka Direktur Umum PDAM Hj Farida Ariaty yang dihadiri Kadis Koperasi Kota Banjarmasin yang diwakili Kabid Koperasi Sajuang juga ketua Dekopin Kota Banjarmasin Sumarno.
Bahkan dalam RAT yang digelar secara virtual, Ketua Pedami Taufiqurrahman melaporkan bahwa tahun ini pendapatan mengalami kenaikan yang cukup besar yakni sekitar Rp 300 juta dari Rp 40 miliar dibanding tahun 2019. Sementara sisa hasil usaha (SHU) yang akan dibagikan pada anggota sebesar Rp 5 miliar lebih untuk 650 anggota.
“Alhamdulillah pendapatan Koperasi Pedami naik dengan begitu SHU yang akan dibagikan ke semua anggota menyesuaikan status anggotanya dan ketentuan AD ART juga meningkat dengan paling tinggi Rp15 juta dan paling rendah Rp1,5 Juta,” bebernya usai RAT, Koperasi Karyawan Pedami, PDAM Bandarmasih gelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula PDAM Bandarmasih, Rabu (31/3).
Kegiatan RAT merupakan agenda rutinitas tahunan dimana, dan RAT tahun ini tak seperti biasanya, karena tidak melibatkan semua langsung anggota Pedami karena alasan pandemi sehingga kegiatan dilakukan dengan bisa menyaksikan RAT secara virtual dengan membahas poin penting yang dibahas dan kesepakatan hasil RAT.
Menurut Ketua Pedami, Taufiqurrahman, pihaknya mengaku syukur ditengah pandemi sekarang ini eksitensi Koperasi Pedami tak begitu mempengaruhi. Pedami justru mengalami peningkatakan yang tentunya hasil dari kerjasama yang baik antar anggota dan pengurus.
Taufik melanjutkan, Pedami yang dibentuk untuk kesejaheraan karyawan PDAM Bandarmasih itu. Sekarang beranggotakan sekitar 650 orang. Demi kelancaran organisasi pihaknya memungut iuran sebesar Rp 50 ribu dengan sistim pemotongan dari gaji.
Kemudian, Pedami ini memiliki dua unit usaha. Pertama unit simpan pinjam dan unit induk. Unit Induk itu meliputi usaha pengadaan barang dan jasa, pekerjaan-pekerjaan kontruksi dan outsourcing serta usaha lainnya.
“Ada dua unit usaha kita, simpan pinjam dan unit induk yang meliputi usaha. Pedami juga bekerjasama dengan PDAM daerah,” demikian Ketua Pedami, Taufiqurrahman.(vin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya