Harga Sayur Mayur Berangsur Normal, Pembeli Tetap Sepi

Banjarmasin, KP – Harga sayur mayur lokal di pasar tradisional di Banjarmasin berangsur-angsur mulai mengalami penurunan.

Seperti di Pasar Antasari, Banjarmasin Tengah, harga sayur-sayuran terbilang cukup murah dibandingkan harga 1 bulan yang lalu.

Contohnya, Sawi, 1 ikat besar harganya Rp 8 ribu, turun jauh dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp 18 ribu. Begitu pun dengan Bayam, jika bulan lalu harganya berkisar Rp 15 ribu untuk 1 ikat besar, saat ini hanya Rp 5 ribu.

“Sayuran jenis daun-daunan saat ini mulai normal harganya. Stoknya mungkin cukup banyak setelah banjir,” ungkap Mama Sumiati, seorang pedagang di Pasar Hanyar, Minggu (28/2).

Lain halnya dengan sayuran jenis Selada dan Seledri, menurut Mama Sumiati, harga keduanya cukup stabil. Tak jauh berbeda dengan bulan lalu.

“Kalau Selada Rp 15 ribu seikat besar, sedangkan Seledri Rp 10 ribu. Selada dan Seledri ini kan sekarang banyak petani yang menanamnya dengan cara hidroponik,” tambahnya.

Berita Lainnya
1 dari 714

Bertani dengan metode hidroponik, lanjut Mama Sumiati, membuat stok dan harga sayuran cukup stabil, tidak terlalu terpengaruh saat musibah banjir bulan lalu. Berbeda dengan bertanam di area ladang yang bergantung pada kondisi alam.

“Harga Selada, Seledri dan Pokcoy kalau naik tidak terlalu juah, karena stoknya selalu ada. Mungkin, pengangkutan saja yang agak terganggu karena jalan yang banjir beberapa waktu lalu” ucap wanita berumur itu.

Sementara, kata Mama Sumiati lagi, untuk sayuran asal pulau Jawa seperti, Kol, Wortel, Tomat dan Kentang harganya cukup stabil.

“Sama saja harganya dengan bulan lalu, Kol di kisaran Rp 14 ribu, Wortel Rp 16 ribu, Tomat Rp 10 ribu dan Kentang Rp 16 ribu,” bebernya.

Hanya saja, lanjut wanita tua itu, meskipun harga sayuran cenderung turun dan normal, namun pembeli yang berbelanja ke pasar tidak mengalami peningakatan.

Ia memaklumi, perekonomian yang tak menentu di masa pandemi Covid-19 menyebabkan daya beli masyarakat melemah.

“Sejak wabah Corona, pasar lumayan sepi. Pembeli tak seramai sebelum pandemi. Maklumlah, semua usaha kan sekarang lagi sulit,” pungkasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya