Kostum Superhero dan Cosplay
Buatan Warga Banua Tembus ke Asia Tenggara dan Brazil

Semua berawal dari hobinya sejak kecil menonton film-film superhero, yang kemudian berkembang hingga saat ini dalam pembuatan kostum. “Kostum yang pertama saya buat itu Power Rangers dan Batman,” ungkap Arin, yang mulai serius menekuni bisnis kostum superhero dan cosplay mulai tahun 2017.

BANJARMASIN, KP – Keahliannya mengaplikasikan imajinasi ke dalam sebuah karya patut diacungi jempol. Kepiawaiannya membuat kostum-kostum tokoh superhero maupun cosplay anime dilirik hingga ke luar negeri.

Cosplay sendiri kependekan dari Costume Play, merupakan istilah bagi orang yang hobi berkostum ala karakter dalam film animasi, manga, komik, maupun video games yang cukup digemari berbagai kalangan dan usia.

Tak sedikit hasil karya pria bernama lengkap Ahmad Andrian ini terjual hingga mancanegara.

“Pembeli kami tidak dari Indonesia saja, tapi juga datang luar negeri, seperti dari Malaysia, Singapura, bahkan Brazil,” ujar Arin, sapaannya, Jumat (12/3/2021).

Di rumah sekaligus workshopnya yang terletak dikawasan Jalan Pekapuran B laut RT 11 RW 03 No 18, Kelurahan Pekapuran Laut ini, terpajang berbagai kostum dari sejumlah tokoh superhero dan cosplay anime.

Semua berawal dari hobinya sejak kecil menonton film-film superhero, yang kemudian berkembang hingga saat ini dalam pembuatan kostum.

“Kostum yang pertama saya buat itu Power Rangers dan Batman,” ungkap Arin, yang mulai serius menekuni bisnis kostum superhero dan cosplay mulai tahun 2017.

Berita Lainnya
1 dari 717

Hasil karyanya itu kemudian ia unggah ke media sosial miliknya, di Facebook Arin True, dan juga akun Instagram @arintrue_costume.

“Ternyata, sambutannya cukup bagus, banyak yang berminat hingga berlanjut menjadi bisnis yang ditekuni,” ucap ayah tiga anak ini.

Dalam membuat kostum, kata Arin, dia belajar melalui Youtube, selain itu juga menggali informasi pada komunitas cosplay. Proses pembuatannya, Arin memulai dari bagian-bagian tersulit, seperti lengan, siku, kaki kemudian bagian dada atau perisai.

Untuk bahan kostum, ia menggunakan dari foam atau busa hati, kulit sintetis dan fiber silikon. Warna cat pada bagian badan tergantung permintaan customer.

“Biasanya customer langsung membeli full set yang terdiri dari helm, perisai, baju dalam, sarung tangan, ikat pinggang, sepatu boots, pedang, dan pistol. Lama pengerjaan bisa sampai satu bulan lamanya,” jelas Arin lagi.

Sementara, dari segi harga dipatok bervariasi. Seperti kostum anak-anak, dibanderol mulai Rp 1 jutaan. Untuk dewasa, tergantung permintaan customer, untuk low budget seharga Rp 1,5 jutaan, yang medium atau standard budget Rp 2,5 jutaan, dan high budget seharga Rp 5-6 jutaan.

“Semakin tinggi tingkat kesulitan tentu lebih mahal, karena kita perlu memerhatikan detailnya dan aksesoris pelengkap lainnya,” imbuhnya.

Ditambahkan Arin, untuk proses pembayaran dari luar negeri seperti di Brazil dan kawasan Amerika Selatan lainnya menggunakan Western Union, sedangkan kawasan Asia Tenggara bisa transfer antar bank.

“Namun, tahun ini omset cenderung menurun. Maklumlah, event – event sangat jarang diadakan lantaran pandemi Covid-19,” pungkas Arin yang juga piawai membuat properti decorasi wedding ini. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya