Pot Bunga Limbah Serabut Kelapa Buatan Rudi Makin Diminati

Banjarmasin, KP – Dengan menggunakan bahan baku kawat, serabut kelapa dan tali nilon, ternyata dapat menghasilkan sebuah kreativitas yang mempunyai nilai jual.

Contohnya Rudi, warga Komplek Keruwing Indah Glatik A 17 No 7, Kelurahan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala yang berhasil mengumpulkan rupiah dari membuat pot bunga anggrek berbahan sederhana tersebut.

Semua berawal, saat ia kebingungan untuk membantu tugas prakarya sekolah anaknya. Ide muncul, saat Rudi secara tak sengaja melihat pot-pot bunga unik milik tetangganya yang bergantungan di depan rumah.

Penasaran, ayah satu anak inipun mulai menggali informasi melalui media sosial, bahan apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara pembuatannya.

“Saya belajar dari YouTube, dan perlahan-lahan saya coba praktikkan di rumah. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa membuatnya,” ujar Rudi, Senin (8/3/2021).

Ketika membuat prakarya anaknya tersebut di halaman rumah, kebetulan ada orang yang melintas dan melihat. Ternyata, orang itu tertarik dan memintanya untuk membuatkan 10 buah pot bunga. Rudi yang tak mengira, memberanikan diri untuk menerima permintaan tersebut.

“Nah, sejak saat itulah akhirnya keterusan. Saya membuat lebih banyak untuk dijual lagi. Beberapa hari terakhir ini orderan cukup banyak. Pernah dalam sehari orderan mencapai 10 hingga 15 unit pot,” terang Rudi, yang sudah 3 bulan terakhir menekuni usaha barunya.

Berita Lainnya
1 dari 714

Menurutnya, meskipun pesanan yang datang tidak pasti datang setiap hari, namun usaha yang baru ditekuninya ini bisa membantu perekonomian keluarganya di tengah pandemi Covid-19.

Dia menambahkan, untuk pembuatan satu buah pot bunga tak membutuhkan waktu yang lama. Hanya saja, ia terkendala pasokan bahan baku serabut kelapa kering yang sering kosong di musim penghujan.

“sekitar 20 menit merangkai kawat dan mengisi serabut kelapanya. Kemudian, dipasangankan tali nilon tebal yang sudah dianyam terlebih dulu sebagai media menggantung pot bunga. Bisa juga tanpa tali, kalau ingin langsung diletakkan di rak pot,” bebernya.

Harga potnya dibandrol Rudi bervariasi, mulai Rp15 ribu hingga Rp 25 ribu, tergantung bentuk dan ukurannya.

Sementara, Untuk bahan baku limbah serabut kelapa, Rudi mengaku membelinya dari penjual es kelapa yang banyak berada di pinggir jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti.

Dalam proses pengerjaannya, Rudi hanya dibantu sang isteri tercinta, dan memasarkan produk buatannya melalui media online. Selama ini, sudah lebih 600 buah pot bunga anggrek yang berhasil dijualnya.

“Ke depannya, jika home industri pot bunga anggrek ini permintaannya semakin meningkat, mungkin saya akan menambah orang untuk membantu. Mudah-mudahan usaha ini bisa berkembang dan menjadi berkah buat keluarga kami,” harapnya.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya