Waspada, Marak Penipuan Mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan

Banjarmasin, KP – Belakangan ini mulai marak terjadi penipuan di masyarakat yang mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Para penipu menggunakan modus penyediaan jasa pencairan program Jaminan Hari Tua (JHT) atau pemberian bantuan yang disertai dengan permintaan pembayaran ataupun transfer sejumlah uang.

Terkait itu, BPJAMSOSTEK mengimbau kepada seluruh tenaga kerja agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan. 

Kepala BPJAMSOSTEK Banjarmasin, Opik Taufik menyampaikan bahwa BPJAMSOSTEK tidak pernah memungut atau mengenakan biaya apapun untuk layanan yang diberikan kepada peserta.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati jika ada telepon, SMS, Whatsapp atau media sosial seperti Facebook, Twitter serta email palsu yang mengatasnamakan BPJAMSOSTEK,” ujarnya, Jumat (19/3).

Berita Lainnya
1 dari 4.033

Modusnya beragam, mulai dari menjanjikan membantu masyarakat dalam mempermudah pencairan klaim JHT (calo), dan modus pemberian dana bantuan subsidi upah bagi tenaga kerja.

“Seluruh layanan pengajuan klaim dan subsidi upah yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah dipungut biaya apapun. Ketika ada oknum yang meminta sejumlah uang atau pembayaran agar berkasnya diproses, jelas itu adalah penipuan, jangan percaya,” tegasnya.

Opik menambahkan, jika menemui informasi yang meragukan, sebaiknya memeriksa kebenarannya melalui kanal-kanal resmi BPJAMSOSTEK atau menghubungi layanan masyarakat 175.

“Untuk proses klaim JHT, dianjurkan menggunakan layanan tanpa kontak fisik (Lapak Asik) melalui situs lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id,” imbuhnya.

Tak hanya itu, kata Opik, upaya pihak BPJAMSOSTEK Banjarmasin lainnya, yakni memberikan informasi kepada perusahaan-perusahaan dan peserta agar menggunakan poster atau banner yang ditempelkan di tempat yang jelas terlihat oleh para peserta di lingkungan kantor.

“BPJAMSOSTEK terus meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian untuk mengambil langkah pencegahan, maupun menindak tegas perbuatan tidak bertanggung jawab tersebut. Kami berharap, tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban penipuan,” pungkasnya. (opq/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya