Pedagang BFF Pasrah Belum Diizinkan Jualan

Banjarmasin, KP – Para pedagang yang menjajakan makanan di kawasan Siring Piere Tendean Kota Banjarmasin hanya bisa pasrah menghadapi keadaan yang terjadi di Ibu Kota Kalsel.

Perasaan yang dialami oleh pedagang yang tergabung dalam Banjarmasin Food Festival (BFF) itu muncul lantaran belum mengantongi izin dari Pemerintah Kota (Pemko) setempat untuk menjalankan aktivitas jual-beli yang biasanya ditemui di setiap akhir pekan.

Koordinator Lapangan (Korlap) BFF, Supiansyah mengatakan, sejak lokasi wisata andalan Kota Banjarmasin itu ditutup dikarenakan ditemukannya kasus Covid-19 pada Maret 2020 yang lalu membuat pihaknya tidak bisa berbuat banyak. “Sementara ini belum diizinkan. Karena masih di tutup dan tidak tahu sampai kapan ditutupnya,” ucapnya melalui sambungan telepon, Kamis (8/4) sore.

Lantas apakah BFF hanya berdiam diri saja menghadapi keadaan yang serba keterbatasan ini? Ia mengaku, pihaknya memaklumi segala kondisi yang terjadi saat ini. Pasalnya, hal tersebut sudah menjadi resiko yang harus dihadapinya sebagai pedagang yang numpang menggelar lapak di lahan milik Pemko Banjarmasin.

“Kegiatan kami ini kan menjual kuliner. Beda dengan kegiatan atau acara ceremonial yang lain. Mungkin mereka yang mengadakan acara lain di Siring sudah mendapatkan izin dari Satgas Covid-19,” ungkap pedagang makanan khas Timur Tengah ini.

Selain itu, alasan lain yang membuatnya pasrah adalah tingginya resiko terjadinya kerumunan massa dan menambah resiko penyebaran Covid-19.

Berita Lainnya
1 dari 3.239

Kemudian, Supian menaruh harapan yang besar terhadap Pemerintah Kota Banjarmasin agar juga memberikan izin kembali kepada BFF untuk menggelar lapak dagang di kawasan siring.

“Meski tidak seramai dulu, paling tidak kami dapat izin berjualan lagi walaupun harus memenuhi persyaratan tertentu seperti menyediakan handsanitizer di setiap meja makan dan tempat cuci tangan di setiap stand jualan,” ujarnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ihsan Al-Haq menegaskan bahwa kawasan siring memang masih ditutup. “Belum dibuka karena masih pandemi,” jelasnya singkat.

Disamping itu Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pariwisata Kota Banjarmasin Naziza Muhzar membeberkan bahwa Kawasan Wisata Siring boleh digunakan untuk umum selama hari kerja.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan rapat yang dilakukan pada Oktober tahun 2020, Senin sampai Jumat bisa saja mengadakan acara dengan syarat dan catatan tertentu.

Syarat yang dimaksud adalah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas Covid Banjarmasin.

“Untuk kegiatan tertentu mendapatkan izin keramaian kepolisian, untuk sabtu dan minggu sementara belum diizinkan,” tandasnya. (zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya