BI Kalsel Buka Penukaran 100 Lembar Pecahan Rp 75 Ribu Tiap KTP □ Himbau Jangan Menukarkan Uang di Jalanan


Warga boleh datang ke BI untuk melakukan penukaran uang pecahan Rp75 ribu yang sebelumnya dapat ditukar persatu lembar untuk per satu kartu tanda penduduk


BANJARMASIN, KP – Bank Indonesia menggelar sosialisasi dan edukasi kebijakan Tahun 2020 dengan topik ‘Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, Uang Peringatan Kemerdekaan Indonesia Standar (QRSI) yang diikuti Humas Pemda se Kalsel dan wartawan.


Bahkan kini Bank Indonesia juga memfasilitasi penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 Tahun RI dengan jumlah banyak.

“Warga boleh datang ke BI untuk melakukan penukaran uang pecahan Rp75 ribu yang sebelumnya dapat ditukar persatu lembar untuk per satu kartu pendudukan,’’ kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Dwisaputra pada sosialisasi dan edukasi kebijakan Tahun 2020 dengan Topik ‘Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, Uang Peringatan Kemerdekaan Indonesia Standar (QRSI), di Hotel Rattan In Banjarmasin, Rabu (05/05/2021).


Kegiatan sosialisasi yang menghadirikan pembicara Ribka Hanum H yang menyajikan materi Analis Fungsi Kebijakan Implementasi Sistem Pembayaran dan Nampati Y Ginting dengan materi Pengelolaan Uang Rupiah, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Dwisaputra mengatakan, pecahan Rp 75 ribu itu sebelumnya hanya dapat ditukar 1 lembar per satu Kartu Tanda Penduduk. Namun, kali ini, UPK Rp 75 ribu ini bisa ditukarkan sebanyak 100 lembar per KTP. Dan itu dapat diulang tiap harinya.


Rahmat Dwisaputra menyampaikan, penukaran uang pecahan Rp 75 Ribu ini dapat menggunakan 1 KTP yang bisa digunakan untuk penukaran hingga 100 lembar per hari.


“Uang pecahan Rp 75 ribu ini bisa juga digunakan sebagai sebagai alat pembayaran yang sah,” katanya kepada awak media usai pembukaan Sosialisasi dan edukasi Cinta, Bangsa dan Paham Rupiah UPK 75 Tahun RI di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (5/5/2021).
Selain itu, pihaknya juga telah menyalurkan uang pecahan ke perbankan dengan total sebanyak Rp 2,1 triliun untuk kebutuhan lebaran.“Tahun ini hanya kami salurkan ke perbankan. Jadi kami mengimbau warga agar tidak menukar uang di pinggir jalan. Silahkan menukar uang ke bank yang ada di kota masing masing,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 793


UPK 75 Tahun RI yang dikeluarkan pada 17 Agustus 2020 lalu merupakan alat pembayaran yang sah (legal tender) di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penukaran UPK 75 Tahun RI baik secara individu maupun kolektif dapat dilakukan di Kantor BI dengan tata cara pemesanan dan penukaran yang sama dengan mekansime sebelumnya.

Penyempurnaan mekanisme penukaran UPK 75 Tahun RI ini diharapkan dapat memberi kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan lebih banyak UPK 75 Tahun RI, sekaligus sebagai bentuk upaya peningkatan layanan publik BI.


BI mengimbau masyarakat yang akan melakukan penukaran UPK 75 Tahun RI untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dalam rangka mitigasi penyebaran Covid-19.
Bahkan Bank Indonesia menghimbau kepada warga untuk tidak menukarkan uang pecahan baru kepada penyedia jasa penukaran uang dadakan yang kerap muncul di pinggir jalan jelang lebaran Idul Fitri.


“Kami menghimbau kepada warga agar tidak menukar uang dipinggir jalan. Tukarkan uang ke bank-bank yang ada di kota masing-masing,” ujar Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rahmat Dwisaputra.


BI juga meminta warga Kalsel tidak melakukan penukaran di Jalan karena di perbangkan termasuk BI memberikan pelayanan penukaran.
Rahmat mengungkapkan, Bank Indonesia Perwakilan Kalsel telah menyalurkan uang pecahan ke perbankan dengan total sebanyak Rp2,1 triliun untuk kebutuhan lebaran.


Ribka Hanum H yang menyajikan materi Analis Fungsi Kebijakan Implementasi Sistem Pembayaran juga mengajak warga masyarakat untuk lebih mencinati uang rupiah dengan mengedepan pembayaran memakai rupiah.

“Kita harus cinta rupiah dan mampu mengajak semua warga untuk bisa menggunakan alat pembayaran dengan rupiah,’’katanya.


Bahkan untuk mendorong warga masyarakat cinta rupiah, Nampati Y Ginting dengan materi Pengelolaan Uang Rupiah juga diisi dengan beberapa game supaya peserta mampu mengajak warga dengan karyanya bisa mendorong lebih cinta rupiah dibanding pembayaran lainnya.(vin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya