Puar Junaidi : Mafia Politik Harus Diberantas

Banjarmasin, KP – Ramai beredar pemberitaan di media sosial terkait tertangkap tangannya penyebar selebaran fitnah korupsi sebesar Rp 80 miliar terkait renovasi komplek makam ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, ketika H Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel).

Namun, Paman Birin melalui kuasa hukumnya menyatakan telah memaafkan pelaku penyebar fitnah korupsi tersebut saat menjalani proses hukum di Polresta Banjarmasin.

Upaya fitnah korupsi dan tindakan pemberian maaf Paman Birin menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) itupun mendapat tanggapan serius Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kalsel Bidang Pemenangan Pemilu, Puar Junaidi.

“Kasus ini masuk dalam proses hukum dan ternyata telah dimaafkan oleh Paman Birin selaku korban yang difitnah, dan ini sesuatu yang sangat luar biasa. Apa yang dilakukan oleh Paman Birin patut jadi perhatian kita bersama. Karena menununjukkan beliau sebagai seorang pemimpin yang bijak, pemimpin yang mengerti dan paham dengan situasi dan kondisi. Tentunya, tidak semua orang memiliki sikap kepribadian yang demikian,” ujar Puar Junaidi, Selasa (8/6).

Menurutnya, Paman Birin tidak mau menyengsarakan masyarakatnya, padahal jelas-jelas bahwa Paman Birin selaku korban yang difitnah.

Namun, lanjut Puar, belakangan berkembang lagi opini yang mengatakan, bahwa kejadian ini hanya merupakan sebuah rekayasa.

“Ini cukup mengundang perhatian saya. Ini perilaku yang tidak bisa dicontoh, karena kegiatan-kegiatan yang semacam ini merupakan mafia politik. Artinya, menghalalkan semua cara untuk maksud dan tujuan kepentingan pribadi tanpa mengindahkan kepada orang lain,” cetusnya.

Ia menambahkan, kejadian ini harus disikapi, lantaran tidak sesuai dengan perilaku dan budaya masyarakat Banjar.
“Mafia politik ini harus kita berantas, mafia politik harus kita tantang, karena telah melakukan fitnah dan memutar balikkan fakta,” tandas Puar.

Jangan memutarbalikkan fakta, sambungnya lagi, dan menyatakan bahwa ini sebuah rekayasa.

Berita Lainnya
1 dari 3.553

“Inikan ada orangnya, ada proses yang sedang dilaksanakan. Kalau memang sangat merugikan kepada pihak-pihak tertentu yang dirinya dilibatkan, ya bisa dilakukan gugatan. Tdak mesti ini dikembangkan menjadi sebuah opini politik,” ucapnya

Puar mengibaratkan, selebaran selebaran yang disebarkan tersebut, kalau dalam peribahasa Banjar seperti Lalat Mencari Kudis.

“Yang namanya lalat itu kan binatang yang selalu mencari makanan di wilayah sampah-sampah. Artinya ini tidak pantas gitu loh. Tetapi, terlepas dengan siapa pelaku yang menyebarkan, yang harus ditindaklanjuti adalah siapa pemeran utama dari kegiatan itu. Kalau memang ada penyimpangan, sebutkan penyimpangan dalam bentuk apa saja,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan, agar jangan bicara soal praduga atau soal potensi, jangan mengembangkan isu-isu yang tidak dimengerti.

“Kalau memang ada indikasi yang dikatakan oleh mereka itu, tunjukkan saja. Tidak usah mengembangkan sebuah opini yang menyesatkan hanya untuk kepentingan pribadi,” imbuh Puar.

Perlu diketahui, kata dia Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sudah 8 kali berturut-turut mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Artinya, dalam penggunaan anggaran itu selalu transparansi dan selalu mendapatkan asas manfaat oleh masyarakat, karena sesuai peruntukannya dan tepat sasaran di dalam penggunaannya,” jelasnya.

Ia mengimbau, untuk berlaku dengan jujur sebagaimana prinsip daripada Pilkada itu sendiri, jujur adil bebas umum dan rahasia.

“Ketentuan terkait dengan pelaksanaan Pilkada itu sudah jelas, apapun yang dilakukan itu sudah sempurna. Apabila ada money politik, tangkap dan serahkan. Karena ada ancaman pidana dan ancaman dendanya,” bebernya.

Puar menampik, terkait opini yang berkembang selama ini di media sosial. Dimana, ada yang menyebut seakan-akan pemberian maaf dari Paman Birin dan adanya pelaku yang ditangkap sudah disetting sedemikian rupa.

“Kalau memang itu settingan, silakan adukan jika merasa dirugikan. Tetapi, jangan lah memburuk-burukkan Tim Sukses Paman sampai dibilang kalang kabut. Kami gembira kok dengan sikap paman yang seperti itu. Karena seperti inilah sosok pemimpin yang kita harapkan,” pungkasnya. (opq/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya