Optimalkan RS Dulu Sebelum Tenda Darurat

Banjarmasin, KP – Wali Kota Banjarmasin meminta untuk menunda pemakaian tenda darurat dalam penanganan pasien Covid-19 di Kota Banjarmasin.

Sebelumnya, rencana Pemerintah Kota Banjarmasin mendirikan rumah sakit darurat dengan mendirikan tenda-tenda urung dilaksanakan.

Meskipun sebenarnya, opsi untuk mendirikan tenda-tenda besar di halaman rumah sakit sempat akan diambil, untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang sedang terjadi di kota yang berjuluk Seribu Sungai ini.

Ia menilai, ruangan di rumah sakit yang belum difungsikan lebih layak ketimbang harus dilakukan perawatan dengan menggunakan tenda darurat, untuk penanganan pasien Covid-19.

“Untuk pendirian tenda nanti dulu. Karena kalau ada ruangan di Rumah Sakit yang masih bisa difungsikan lebih baik dioptimalkan. Misalnya satu ruang untuk 3 pasien, bisa diisi 5 pasien,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, disela memantau kesiapan RSUD Sultan Suriansyah untuk rencana penambahan tempat tidur pasien Covid-19, Rabu (21/07) pagi.

Ibnu melanjutkan, sebagaimana halnya di RSUD Sultan Suriansyah, dilakukan penambahan sebanyak 50 tempat tidur pasien Covid-19 di lantai 3.

Disamping itu, pihaknya juga telah memanggil pimpinan rumah sakit di Banjarmasin, untuk meningkatkan 50% tempat tidur sebagai perawatan pasien Covid-19.

Berita Lainnya
1 dari 3.211

“Sekarang sudah ada 50 tempat tidur pasien di RSUD Sultan Suriansyah. Pasien yang ada 43 orang (sampai berita ini diturunkan). Mungkin kalau dioptimalkan di lantai dua dan tiga bisa sampai 125 tempat tidur disiapkan,” tambahnya.

Karenanya, pria dengan sapaan Ibnu itu menilai, persiapan yang telah dilakukan di RSUD Sultan Suriansyah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 sudah mencapai 90 persen.

“Kalau seandainya ada lonjakan besar kita sudah siap menghadapinya. Apalagi seluruh puskesmas juga telah diminta menyiapkan rawat inap,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menargetkan, bisa menyediakan 125 tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RSUD Sultan Suriansyah. Namun penambahan akan dilakukan secara bertahap.

“Dari awalnya 17 tempat tidur, jadi 40 dan sekarang 50 tempat tidur. Kita persiapkan dari sekarang, kalau nunggu penuh nanti kelimpungan,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai tenda darurat, Machli menilai bahwa hal tersebut adalah opsi terakhir, jika memang tempat tidur yang disediakan tetap tidak bisa menampung pasien.

Karena menurutnya, bekerja di dalam tenda darurat jauh lebih susah dibandingkan dalam ruangan. Baik bagi petugas kesehatan maupun pasien bersangkutan.

“Kalau belum bisa menampung juga terpaksa kita dirikan tenda bekerjasama dengan BPBD Kota Banjarmasin,” pungkas mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya