Warga Alalak Tengah tak Ingin “Dicap” Kampung Narkoba

Banjarmasin, KP – Narkoba merusak sendi-sendi kehidupan, utamanya bagi generasi penerus bangsa.

Beranjak dari semua itu, para warga Alalak Tengah khususnya hindari atau tak ingin sekitar tempat tinggalnya “dicap” atau dapat penilaian sebagai kampung narkoba.

Sisi lain dari keterangan, Rabu (7/7), maraknya peredaran maupun pengguna atas laporan sehingga mengharuskan pihak Rt dan Rw berkoodinasi ke Kelurahan.

Dan bersama-sama pula dengan tokoh setempat yakni H Maulana yang akrab disapa H Imau, selanjutnya mengkoordinasikan kepada pihak Kecamataan Banjarmasin Utara.

“Semua berawal keresahan warga, yang marak peredaran narkoba dikomunikasikan ke Ketua RT maupun RW sampai Kelurahan.

Akhirnya adanya pertemuan di tingkat Kecamatan ini,” kata H Imau, kepada wartawan usai rapat koordinasi.

Berita Lainnya

Ketua KONI Tabalong Dituntut Lima Tahun

Jumat Berkah, Polsek Banteng Berbagi

1 dari 1.400

Dalam rapat dipimpin Camat Banjarmasin Utara, Apiludin Noor, juga berhadir pihak Polsek baik Bhabinkamtibmas, Reskrim, dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin, Harrykson, Plt Lurah Alakan Tengan, Eddy Nawahyuni maapun perwakilan Danramil Banjarmasin Utara.

Dalam rapat banyak disampaikan perwakilan warga hingga sampai soal penanganan kasusnya.

Bahkan warga berharap lebih ditingkatkan patrol aparat. Kemudian, adanya imbauan lainnya.

Itu ditanggapi serius semua pihak yang mewakili sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Disini terlepas senang atau tidak dicap kampung narkoba, setidaknya narkoba melawan hukum dan berdampak buruk segi sosial, ekonomi, menghancur generasi penerus.

Dari dulu kita sudah nyatakan perang dengan namanya narkoba.

Dan mendukung pemberantasan dilakukan aparat,” tegas H Imau. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya