Atlet Pelatnas NPC
Tak Boleh Bertanding
Di Peparnas XVI Papua

NPC Kalsel masih menunggu keputusan terbaru PP NPC, terkait adanya larangan bertanding Peparnas XVI Papua bagi atlet Pelatnas.

Banjarmasin, KP – Pengurus Pusat National Paralympic Committee atau PP NPC Indonesia, hingga kini masih menetapkan peraturan terkait larangan atlet pelatihan nasional (Pelatnas) untuk tampil di Pekan Paralimpik Nasional XVI Papua, tahun ini.

Hal ini dilakukan guna kaderisasi atlet yang dicetak pada ajang multieven olahraga kaum difabel terbesar Indonesia tersebut.

Wakil Ketua NPC Kalsel, Bernie menuturkan jika saat ini pihaknya masih menunggu keputusan terbaru dari PP NPC, terkait izin keikutsertaan atlet Pelatnas untuk bertanding pada satu nomor pertandingan.

“Kita masih menunggu keputusan tersebut hingga pertengahan Agustus, harapannya satu atlet minimal ikut bertanding walau hanya satu nomor saja” tutur Bernie.

Sementara itu, harapan yang sama juga terlontar dari atlet renang difabel Kalsel, Riyanti Oktavieranita (24). Wanita asal Kabupaten Barito Kuala ini mengaku ingin sekali tampil di Peparnas XVI papua.

“Kan sudah lama ikut Pelatda, jadi kita rindu pertandingan, sudah lama juga tidak ikut bertanding” terang Riyanti.

Riyanti sendiri merupakan perenang NPC Kalsel yang biasanya turun di nomor gaya dada semua jarak. Namun, jika mendapat izin untuk ikut bertanding, ia akan turun di nomor gaya dada 100 meter.

Berita Lainnya
1 dari 428

Sementara itu, saat ini sedikitnya ada 20 atlet difabel Kalsel yang tergabung dalam Pelatnas yakni dari cabang renang, atletik, serta panahan.

  • Tim renang Kalsel khawatir

Pelatih tim renang NPC Kalsel Djuhrianoor mengungkapkan ke khawatirannya terhadap nomor gaya kupu tak akan dipertandingkan di Peparnas mendatang. Pasalnya Kalsel sendiri sudah mempersiapkan atlet serta menargetkan satu emas di nomor tersebut.

Tim renang NPC Kalimantan Selatan telah memasuki program latihan khusus jelang berlaga di Peparnas XVI Papua November mendatang.

latihan khusus yang dimulai sejak agustus ini mewajibkan seluruh atletnya mencatatkan waktu terbaik.

Hanya saja kekhawatiran kembali melanda tim renang difabel ini. Pelatih Djuhrianoor menyebut jika dirinya dan tim pelatih lain khawatir, jika salah satu nomor yakni gaya kupu tak dipertandingkan.

Kecemasan itu muncul lantaran adanya selentingan informasi yang menyebut nomor itu tersebut tak ada peserta.

Padahal Kalsel sudah menyiapkan atlet di nomor tersebut dan menargetkan satu medali emas, kata Djuhrianoor.

‘’Kita latihan terus, hanya saja khawatirnya nomor gaya kupu itu tidak dipertandingkan, padahal atlet kita ada dua di nomor itu, pungkas Djuhrianoor yang biasa disapa dengan panggilan Ateng ini. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya