Siring Tendean Batal Dibuka Gegara Belum Siap Aplikasi

Banjarmasin, KP – Rencana pembukaan kawasan wisata Siring di Jalan Piere Tendean batal dibuka operasionalnya oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Tidak hanya itu, simulasi pembukaan lokasi wisata andalan Kota Seribu Sungai yang rencananya akan dimulai pada Minggu (7/11) lalu di lokasi Siring Pasar Terapung pun juga tak kunjung dilaksanakan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, M Ikhsan Alhak menjelaskan, pihaknya terpaksa menunda rencana pembukaan Siring Tendean lantaran masih ada yang perlu disiapkan.

Yakni terkait mekanisme penggunaan aplikasi Peduli Lindungi yang menjadi syarat utama untuk diterapkan ketika operasional objek wisata yang selalu ramai dikunjungi warga di setiap akhir pekan itu resmi dibuka.

“Rencana ini ditunda ke minggu depan,” ucapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (14/11) pagi.

Lantas, bagaimana dengan kebijakan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi bagi pengunjung atau wisatawan ketika berkunjung ke sana?

Terkait hal itu, Ihsan mengakui bahwa saat ini pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Siring tengah mematangkan rencana tersebut dengan berkoordinasi pada Pemerintah Pusat, khususnya Kemenkes RI.

“Sekarang pihak Kepala UPTD Siring masih koordinasi dengan Kemenkes atau pemerintah pusat,” katanya.

“Nanti kita coba sambungkan ke Kepala UPTDnya, karena dia yang mengurus itu,” tandasnya.

Benar saja, dari pantauan Kalimantan Post, spanduk pemberitahuan bahwa kawasan Siring Piere Tendean tersebut ditutup masih terpampang jelas di tepi jalan.

Berita Lainnya
1 dari 3.937

Namun, tulisan pemberitahuan yang tertancap kokoh di lantai Siring tersebut seakan tidak dihiraukan oleh warga. Pasalnya, sejak pukul 6.00 pagi hingga siang hari, kawasan wisata tersebut terus dipadati pengunjung.

Salah satu juru parkir di sana, Engkoh mengatakan, meningkatnya kunjungan warga sudah terjadi sejak pekan lalu.

“Dua minggu ini ramai terus, pedagang juga sudah mulai berjualan seperti biasa. Yaa walaupun tidak seramai sebelum pandemi,” ujarnya singkat.

Padahal sebelumnya, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina menegaskan, bahwa pihaknya masih belum membuka operasional Siring, namun dirinya sudah melakukan persiapan untuk melakukan pembukaan wisata andalan Kota Banjarmasin itu.

Mengingat saat ini, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Seribu Sungai sudah berada pada Level II.

“Disana tertera beberapa pelonggaran di sektor publik dan sektor pariwisata sampai dengan 50 persen. Itu yang saat ini jadi pegangan kita,” ungkap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina belum lama tadi.

Rencana pembukaan wisata andalan Kota Banjarmasin merupakan keputusan yang diambil dengan acuan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 54 tahun 2021, terkait penerapan PPKM Level II di Kota Banjarmasin.

Meski begitu, Ibnu Sina mengaku, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan simulasi terkait rencana pembukaan objek wisata itu.

“Setelah simulasi, baru resmi dibuka operasionalnya,” tukasnya.

Disamping itu, orang nomor satu di pemerintahan Bumi Kayuh Baimbai ini juga meminta agar Disbudpar selaku SKPD yang menangani kawasan wisata tersebut untuk terlebih dahulu melakukan pembenahan pada beberapa fasilitas yang.

“Saya minta sebelum resmi dibuka apa yang harus dibenahi, benahi dulu. Seperti lanting di kawasan siring pasar terapung itu, kalau perlu dibersihkan dulu,” tuntasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya