Provinsi Kalteng Terima Penyerahan DIPA dan TKDD dari Presiden

Penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi TKDD Tahun 2022 dilakukan secara virtual langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Negara, Jakarta, dan Presiden didampingi antara lain oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

PALANGKA RAYA, KP — Secara virtual dari Palangka Raya, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2022, Senin (29/11).

Gubernur Kalteng didampingi di antaranya Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Penjabat Sekretaris Daerah Nuryakin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hamka, dan Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Arsyad.

Penyerahan secara virtual DIPA dan Daftar Alokasi TKDD Tahun 2022 ini sendiri dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Negara, Jakarta, dan Presiden didampingi antara lain oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Dengan mengucap bismilahirrahmanirrahim, “dengan ini saya serahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2022,” kata Presiden Joko Widodo.

Kepada para Pimpinan Kementerian/Lembaga dan Kepala Daerah se-Indonesia, Presiden Joko Widodo mengingatkan kewaspadaan terhadap pandemi COVID-19, yang pada tahun 2022 masih menjadi ancaman dunia, termasuk Indonesia.

Berita Lainnya
1 dari 749
loading...

Presiden juga meminta agar berbagai langkah antisipasi dan mitigasi disiapkan sedini mungkin, agar tidak mengganggu kesinambungan program reformasi struktural dan program pemulihan ekonomi nasional.

“Menghadapi ketidakpastian tahun 2022, kita harus merancang APBN Tahun 2022 yang responsif, yang antisipatif, dan juga fleksibel” kata Presiden. Dan minta selalu berinovasi dan mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi dengan tetap menjaga tata kelola yang baik.

Presiden mengungkapkan APBN Tahun 2022 memiliki peran sentral. Dan mengharapkan, sebagai presidensi G20, Indonesia dapat menunjukkan aksi nyata dan komitmen pada green dan sustainable economy. Presiden juga berharap APBN 2022 bisa membangkitkan perekonomian. “APBN Tahun 2022 juga harus mendorong kebangkitan ekonomi nasional dan mendukung reformasi struktural.

Kepala Negara menegaskan 6 fokus kebijakan utama di tahun 2022. Pertama, melanjutkan pengendalian COVID-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan. Kedua, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu dan rentan. Ketiga, peningkatan SDM unggul.

Selanjutnya keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi. Kelima, penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antardaerah. Keenam, melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero based budgeting agar belanja lebih efisien.

Diujung amanatnya Joko Widodo meminta, di tahun 2022 kita harus tetap mempersiapkan diri menghadapi risiko pandemi COVID-19 yang masih membayangi dunia dan negara kita, Indonesia. Ketidakpastian bidang kesehatan dan perekonomian harus menjadi basis kita dalam membuat perencanaan dan melaksanakan program. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya