Berbiaya Rp 240 M, Bersimbol Nabi dan Sahabat
Masjid Agung Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari

Banjarbaru, KP – Pemprov Kalsel memulai pembangunan masjid di perkantoran yang diberi nama Masjid Agung Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Pembangunan dimulai ditandai dengan peletakan batu pertama dan penandatangan prasasti, Rabu (7/12).

Masjid tersebut berada di bundaran ujung Jalan Bina Praja Utama atau depan Kebun Raya Banua.

Pembangunan masjid dengan total biaya Rp240 miliar tersebut, digarap multi years dari tahun 2023 sampai 2024.

Anggaran besar itu tidak hanya untuk pembangunan fisik masjid, namun juga fasilitas penunjang lainnya.

Masjid tersebut akan dilengkapi dengan ruang serbaguna, taman, hingga Danau atau embung di depan masjid yang berfungsi untuk wisata air.

Satu hal yang cukup unik dari desain masjid ini adalah 4 tiang minared yang berada di empat sisi masjid sebagai simbol Khalifah atau 4 sahabat Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, atap masjid yang berbentuk limasan yang lebih tinggi melambangkan Nabi Muhammad SAW, jika digabungkan maka 5 pemimpin besar Islam sebagai simbol dalam memimpin.

Di samping itu, dengan desain atap masjid limasan dan menjulang tinggi, maka sirkulasi dan pencahaan masjid memanfaatkan sudut terbuka.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor berharap pembangunan masjid ini bisa berjalan dengan lancar.

Dirinya menyebut, kalau di Banjarmasin ada Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang diambil dari nama kitab karangan Datu Kelayampayan.

Berita Lainnya
1 dari 1,793
loading...

“Kalau di Banjarbaru, ada Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari,” katanya.

Sahbirin Noor mengatakan, masjid raya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari adalah salah satu bentuk penghormatan kepada ulama besar asal Kalsel tersebut. Pembangunan masjid di atas lahan seluas 11 lebih hektar ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Selain untuk pusat ibadah umat islam, masjid diharapkan menjadi sarana dakwah, edukasi, pendidikan hingga kegiatan sosial untuk masyarakat.

“Pembangunan masjid ini akan dimulai pada tahun anggaran 2023 kemudian dilanjutkan pada anggaran berikutnya,” kata Paman Birin, panggilan akrab gubernur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Ahmad Solhan, menjelaskan jumlah anggaran yang disiapkan merupakan kebutuhan seluruh pembangunan.

Anggaran dikucurkan melalui dua tahap dalam 2 tahun berjalan.

Pembanguan masjid ini direncakan pada tahun 2023-2024.

Tahap dua untuk tahun 2023, pembayaran sebesar Rp80 miliar.

Kemudian di 2024 Rp41 miliar. Sebelumnya tahap pertama sebesar Rp119 miliar untuk keperluan pembebasan lahan.

Pemilihan penggunaan nama Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari menurut Solhan bukan tanpa alasan.

Sebelum menetapkan nama tersebut, pihaknya melakukan rapat dengan penasihat gubernur.

“Diputuskan lah nama dari bapaknya dari waliyullah di Kalsel,” ujarnya. (mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya