Iklan
Iklan
Iklan
PEMKAB TabalongTabalong

Salah Sikapi, Bonus Demografi Bisa Jadi ‘Kutukan’

×

Salah Sikapi, Bonus Demografi Bisa Jadi ‘Kutukan’

Sebarkan artikel ini
MILAD Ke-5 - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT Syekh) Muhammad Nafis Tabalong (SMNT) yang dirangkai dengan Dialog Publik, Sabtu (25) di Auditorium Kampus STIT SMNT Islamic Center Tanjung. (KP/Ist)

TANJUNG, KP – Bonus Demografi yang diperkirakan akan terjadi di Tahun 2023-2045, dimana terjadi peningkatan penduduk sebuah negara pada usia produktif yaitu berkisar antara 16 hingga 65 tahun, jika salah dalam menyikapinya bisa jadi sebuah kutukan bahkan bencana bagi bangsa.

Hal itu, sebagaimana diungkapkan Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Tabalong Muryadie SHut, saat memberikan sambutan di acara Milad Ke-5 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT Syekh) Muhammad Nafis Tabalong (SMNT) yang dirangkai dengan Dialog Publik, Sabtu (25) di Auditorium Kampus STIT SMNT Islamic Center Tanjung.

Android

Menurut Muryadie, dipilihnya bonus demografi sebagai tema dialog hari itu karena tahun 2030 Tabalong bahkan Indonesia masuk ke era tersebut, “Kenapa bonus demografi yang kita pilih sebagai tema, karena sebentar lagi yakni 2030 sampai 2045 posisi usia produksi itu lebih banyak ketimbang di luar itu, sehingga kalau itu tidak dimanfaatkan indonesia khususnya Tabalong bonus demografi bukannya Peluang tapi kutukan bahkan bencana,” ujarnya.

“Untuk itu juga pada hari ini kita putuskan untuk elaborasi, mudahan diskusi-diskusi ini tetap berlanjut sebagai pemantik, karena bonus demografi itu senjata utamanya adalah inter kualitas,” terang Muryadie.

KAHMI ujar Muryanie juga akan bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Tabalong kaitannya dengan inter kualitas, karena ini sangat penting, “semoga dengan kita hadirkan dua nara sumber dari Banjarmasin yakni Ketua Pusat Kajian Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan Unlam, dan pemateri dari PT Adaro Indonesia,” harapnya.

“Mudahan kampus menjadi tempat yang indah bagi intelektual-intelektual muda, agar Tabalong bisa siap dan maju ketika masa bonus demografi itu berada di puncak,” demikian pungkas Muryadi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabalong Hj Hamida Munawarah ST MT, yang mewakili Bupati Tabalong mengajak semua pihak untuk meningkatkan literasi di tengah tingginya semangat anak muda untuk belajar Islam, baik kalangan muda dan tua untuk gemar membaca, memperluas wawasan, menambah ilmu melalui membaca yang juga dapat mempercepat peningkatan budaya membaca di kalangan masyarakat terutama di kalangan generasi muda sebagai penerus bangsa.  

Baca Juga:  Terapkan Prokes Covid-19, Ratusan Personil Siaga di Perkawinan Anak Bupati

“Kalau tidak diikuti dengan literasi yang baik, kita hanya akan menciptakan anak muda yang berislam secara tidak tepat, oleh karenanya mari kita hadirkan anak muda dan masyarakat yang melek akan pentingnya agama.

“Literasi memiliki dampak yang positif bagi daerah karena dapat lebih aktif dalam memunculkan ide-ide, gagasan dan informasi serta strategi yang cemerlang dalam membangun serta memajukan Kabupaten Tabalong,” ujarnya di acara yang dihadiri oleh Ketua MUI Tabalong, Ketua Yayasan Syekh Muhammad Nafis, Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Kepala Kesbangpol, perwakilan dari PT Adaro, Pimpinan PT Umrah Annur, perwakilan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tabalong, Ketua KNPI, puluhan mahasiswa dan Ketua Gapensi serta sejumlah undangan lainnya. (ros/K-6)

Iklan
Iklan