Iklan
Iklan
Iklan
HUKUM & PERISTIWA

Warga Kelayan A Gg Damai Geger Aksi Penyerangan

×

Warga Kelayan A Gg Damai Geger Aksi Penyerangan

Sebarkan artikel ini
LARI - Seorang anak berbaju merah berlari masuk ke dalam gang setelah diserang sekelompok remaja menggunakan celurit. (KP/tangkapan layar)

Untuk mengantisipasi aksi penyerangan ini, Polsekta Banjarmasin Selatan akan meningkatkan lagi patroli ke dalam gang-gang yang belum tersentuh.

Banjarmasin, KP – Di malam kesembilan bulan Ramadan, warga di Jalan Kelayan A tepatnya di Gang Setuju dan Gang Damai RT 9 dibuat geger menyusul penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang, Rabu (20/9) dinihari.

Android

Aksi penyerangan ini viral di media sosial (medsos) karena peristiwa tersebut mengakibatkan salah satu warga mengalami luka akibat serangan senjata tajam di bagian belakang badannya.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua RT 09, Nor Adenan. Menurutnya, ada satu orang warganya yang diserang dengan menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka di bagian belakang badan, luka tersebut diakibatkan terkena sajam jenis celurit.

“Kejadiannya sekitar pukul 03.00 Wita lewat di depan Gang Damai, seperti biasa ada banyak anak-anak lari ke depan hendak main bola di badan jalan. Entah kenapa tidak seperti biasanya mereka kembali berlarian lagi, lalu saya tanya ke mereka katanya ada orang yang menyerang,” katanya.

Mengetahui hal ini, Nor Adenan keluar gang untuk memastikan informasi dari anak-anak tersebut. Sesampainya di lokasi dia tidak melihat lagi orang yang menyerang itu.

“Saya pun kembali menanyakan kepada anak-anak tersebut siapa yang melakukan penyerangan. Namun mereka semua tidak ada yang mengetahuinya. Jadi mereka tiba-tiba langsung diserang orang dengan sajam hingga mereka berlarian,” ujarnya.

Tak lama setelah itu, sejumlah orang dewasa juga berkumpul karena mendengar ada keributan dan tak lama kemudian muncul lagi orang-orang yang dimaksud melakukan penyerangan. Jumlahnya sebanyak enam orang yang semuanya membawa sajam jenis celurit.

“Kemudian terjadilah bentrokan di depan gang. Kita langsung mengambil apa yang ada di sekitar untuk melakukan perlawanan. Macam-macam, sampai ada pakai pecahan kaca, keenam orang yang menyerang itu diperkirakan umurnya masih terbilang muda sekitar 18 sampai 20 tahun, namun saya tidak mengetahui identitasnya,” kata Nor Adenan.

Baca Juga:  Terlibat Shabu, Bos Bansaw Diamankan

Saat kejadian, Ketua RT bergegas menelpon polisi terdekat, tapi tidak diangkat sampai ada yang luka karena saling berlawanan. Tak lama setelah itu, bentrok pun berhenti dan keenam orang yang diduga melakukan penyerangan itu meninggalkan lokasi kejadian.

Nor Adenan mengaku tidak mengetahui penyebab aksi penyerangan tersebut. Tapi dia memastikan pelaku penyearangan ada enam orang. Mereka datang dengan tiga buah sepeda motor.

“Kita tidak mengenal mereka orang mana dan sampai saat ini korban juga tidak mau melapor ke polisi,” tuturnya.

Sebelumnya, kata Ketua RT 9, anak-anak di kampungnya sedang main bola kemudian ada orang lewat dan diteriaki. Orang yang diteriaki itulah yang diduga sebagai pelaku.

“Tapi yang meneriaki itu bukan dari anak-anak warga sini. Mereka yang diteriaki itu menoleh dan datang kembali serta langsung melakukan penyerangan,” ceritanya.

Akibat adanya aksi penyerangan ini, Ketua RT berharap polisi bisa memberikan respon lebih cepat lagi. Pasalnya dia mendengar aksi penyerangan seperti ini juga terjadi di Pekapuran Raya dan Gang 12 Jalan Kelayan A.

“Saya harap kejadian seperti itu agar tidak terulang lagi apa lagi sampai menimbulkan korban,” ucapnya.

Sebagai Ketua RT, Nor Adenan untuk sementara ini akan melarang anak-anak di kampungnya untuk bermain bola di jalan sambil menunggu sahur.

“Saya juga menegur anak-anak malam ini agar tidak usah keluar dan main bola di jalan,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Agus Sugianto melalui Kanit Reskim, Iptu Sudirno saat dikonfrimasi membenarkan adanya peristiwa tawuran antar sekelompok pemuda.

Iptu Sudirno menjelaskan, sebelumnya korban tak mau melapor dan tak mau dibawa ke Rumah Sakit, namun diberikan pengertian akhirnya melapor ke Polresta Banjarmasin.

Baca Juga:  Polsek Bantim ‘Sikat’ Pelaku Bali

Untuk mengantisipasi aksi penyerangan ini, Polsekta Banjarmasin Selatan akan meningkatkan lagi patroli ke dalam gang-gang yang belum tersentuh.

“Selama ini patroli dan pencegahan hanya difokuskan di jalan raya yang menjadi titik kumpul masyarakat nongkrong atau begarakan sahur. Sedangkan di gang-gang kecil kurang tersentuh,” katanya. (fik/K-4)

Iklan
Iklan