Iklan
Iklan
Iklan
BANUA KITATapin

Belasan Calon Guru Penggerak Buat Inovasi Memajukan Dunia Pendidikan 

×

Belasan Calon Guru Penggerak Buat Inovasi Memajukan Dunia Pendidikan 

Sebarkan artikel ini
Pj BUPATI TAPIN - Meninjau salah satu stand yang dibuat oleh calon guru penggerak di Kabupaten Tapin. (KP/Ist)

Rantau, KP – Sebanyak 18 Calon Guru Penggerak berbagai tingkatan, pamerkan inovasinya pada Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Hasil program pendidikan guru penggerak angkatan 9. Sabtu (21/4/2024) bertempat Aula SMA Rantau.

Festival hasil panen hasil belajar program pendidikan guru penggerak dipamerkan dalam stand dalam gedung dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin MPd.

Lokakarya ditampilkan yaitu  pertama  inovasi bernama HAMARI (Dhuha Lima Hari) kegiatan shalat dhuha bersama dilaksanakan setiap hari Senin sampai Kamis sebelum pembelajaran dimulai, kedua Inovasi LINU Melanda (literasi numerasi melalui kegiatan market day), ketiga inovasi Ketan Labu (Kegiatan Literasi Anti Bullying), ke empat Inovasi Jus Markisa (Jurralisme bersama Rantau Kiwa Satu), kelima inovasi Pedundi (pengenalan dunia digital sejak dini)

Kemudian inovasi Alya Banan (Toturial budaya SDN Banua Halat Kanan), inovasi Pena Lantas (kegiatan penanaman lahan terbatas), inovasi Tarsan Mengaji (memberantas buta huruf alquran dengan sistem klasikal), Inovasi Bestik (berkreativitas dengan sampah plastik), inovasi produk daster (program edukasi dasar-dasar komputer), inovasi minum sesajen (Media numeras setiap satu jenjang), inovasi APATAR ( aktivitas permainan olahraga tradisional), inovasi sahabat (strategi harmonisasi anak binaan anti tindak kekerasan), inovasi GASKEUN (gerakan anak SMP Ketapel Binuang), Inovasi Bamantap (berdaya aktif menjadi aset negara yang tangguh dan percaya diri), inovasi SIIMANIS (Sistem Informasi Konsultasi murid dan masyarakat SMAN 1 Salam Babaris), Inovasi Jumba (Jumat Bakat), dan Inovasi Paman Jawau (pemanfaatan lahan dan jam waktu luang).

“18 Inovasi dibuat Calon Guru Penggerak ditampilkan pada lokakarya festival hasil panen program pendidikan guru penggerak dapat  di terapkan di sekolah dan dimanfaatkan oleh rekan sejawatnya,” pinta Pj Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin usai membuka stand festival lokakarya 7.

Baca Juga:  14 Tahun Menanti Warga Eks Transmigrasi Kumang Kumang Kotabaru Akhirnya Miliki Sertifikat Tanah

Menurut Syarifuddin, dari konsep inovasi HAMARI kegiatan shalat Dhuha sebelum pembelajaran dimulai sampai dengan inovasi Paman Jawau dibuat tentunya sangat baik dan bagus diterapkan dalam dunia pendidikan sekarang ini.

“Kalau inovasi tersebut bisa dikolaborasikan semua gagasan yang ada kita yakin pendidikan di tapin akan baik dan berkualitas, mudah- mudahan konsep benar benar dilaksanakan bukan kita waktu ikut pelatihan,” tegasnya.

Kedepan tentunya perlu dievaluasi, apakah guru penggerak ini benar tidak ia melakukan perubahan sesuai yang dibuatnya sehingga dapat menciptakan pendidikan lebih baik maju dan berkembang.

Sementara Sekda Tapin Dr Sufiansyah menambahkan,  berharap inovasi di bidang pendidikan tidak hanya dari calon guru penggerak saja tetapi semua guru di Tapin harus memiliki inovasinya sendiri dan dapat diterapkan di semua sekolah.

“Kita ingin semua guru dapat memiliki inovasinya sendiri tidak hanya dari guru penggerak saja,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Tapin, Irnawati melaporkan Jumlah calon guru penggerak berjumlah 18 guru dari jenjang TK SD SMP dan SMA di Kabupaten Tapin. 

“18 Inovasi dibuat oleh Calon Guru Penggerak itu setelah selesai mengikuti pendidikan calon guru penggerak selama 6 bulan yang di tampilan dalam lokakarya 7 festival hasil panen program guru penggerak di Kabupaten Tapin,” ujarnya.

Alhamdulillah inovasi mereka buat mendapat nilai positif dari pimpinan daerah dan Balai Guru Penggerak Kalsel, dengan harapan bisa masuk dalam inovasi daerah kabupaten Tapin. (abd/K-6)

Iklan
Iklan