Iklan
Iklan
Iklan
EKONOMI

Harga Gula Pasir Naik Lagi, Eceran Rp19.000 per Kg

×

Harga Gula Pasir Naik Lagi, Eceran Rp19.000 per Kg

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI - Pekerja sedang memuat gula pasir dalam bungkus plastik untuk dijual secara eceran. (KP/Repro Antara )

“Tapi sekarang pasaran masih sepi, mungkin karena harga naik pedagang juga mengurangi jumlah pembelian. Dalam sehari paling banyak terjual sekitar 300 kg atau 6 sak,” tambah H Wardi.

Banjarmasin, KP – Harga gula pasir di Banjarmasin mengalami kenaikan sejak beberapa pekan belakangan. Di tingkat eceran harganya saat ini mencapai Rp19.000 per kilogram (kg).

H Wardi, salah satu pedagang grosir gula pasir di Banjarmasin, menuturkan jika harga gula naik secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir.

“Naik terus harga gula pasir. Saat ini untuk harga grosir

gula pasir KTM Rp17.400 per kg, atau per sak isi 50 kg Rp870.000. Sedangkan untuk gula manis BM Rp17.200 per kg atau Rp860.000 per sak,” ujarnya, saat dibincangi, Selasa (23/4/2024).

Menurut H Wardi, gula yang dijualnya merupakan gula kristal putih dari tebu yang merupakan produksi dalam negeri. Hanya saja, untuk pasokan yang masuk masih tidak menentu.

H Wardi punya langganan pedagang yang sudah biasa membeli, seperti toko, kios atau warung. Ada di wilayah Banjarmasin hingga Banjarbaru.

“Paling banyak di wilayah Banjarmasin. Jadi kita antar langsung. Paling jauh mengantar pesanan sampai Banjarbaru,” imbuhnya.

“Tapi sekarang pasaran masih sepi, mungkin karena harga naik pedagang juga mengurangi jumlah pembelian. Dalam sehari paling banyak terjual sekitar 300 kg atau 6 sak,” tambah H Wardi.

Ami, pedagang kelontongan di kawasan Sultan Adam Banjarmasin juga mengaku, harga gula pasir terus mengalami kenaikan secara bertahap.

“Kita jual mulai harga Rp17.000 naik Rp18.000 sampai hari ini naik jadi Rp19.000 per kg. Ada agen yang biasa mengantarkan ke kios saya,” ungkap Ami.

“Hanya saja penjualan gula agak sepi sekarang. Biasanya 50 kg itu 3 hari sudah habis terjual. Tapi sekarang seminggu baru habis,” jelasnya lagi.

Baca Juga:  Berikan Pelayanan Terbaik, BPJS Ketenagakerjaan Jamin Pemasangan Protese Tangan Robotik Pekerja yang Alami Kecelakaan Kerja

Seperti diketahui, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menaikkan sementara Harga Acuan Pemerintah (HAP) gula konsumsi, berlaku sejak 5 April 2024 sampai 31 Mei 2024. Hal ini menyusul permintaan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengatakan harga gula yang kebutuhannya juga dipenuhi dari impor salah satunya terpengaruh nilai tukar rupiah yang melemah.

“Sudah kita berikan (relaksasi gula), jadi Rp 17.500 per kg, sampai 31 (Mei), gula kan enggak hilang kan sekarang, ada relaksasi,” ungkap Arief saat halalbihalal dengan media di Kantor Bapanas, seperti dilansir kumparan.com.

Sementara, dikutip dari Bisnis.com, Asosiasi Gula Indonesia (AGI) membeberkan penyebab harga gula pasir makin mahal di pasaran. Tenaga Ahli AGI, Yadi Yusriadi mengatakan kenaikan harga gula pasir saat ini dipicu oleh stok gula yang menipis.

Importasi gula yang lambat diperparah oleh produksi dalam negeri yang cenderung stagnan. Yadi menyebut produksi gula dalam negeri masih di kisaran 2,3 juta ton saat kebutuhan gula konsumsi saat ini sudah mencapai sekitar 3 juta ton.

Adapun AGI memproyeksikan produksi gula pada 2024 sekitar 2,1 juta ton. Proyeksi tersebut lebih rendah dari pada produksi pada 2023 sebagai dampak dari El Nino yang menyebabkan protas tebu turun.

“Harga gula yang tinggi juga dipicu oleh harga gula impor yang tinggi,” ujar Yadi. (Opq/K-1)

Iklan
Iklan