Iklan
Iklan
Iklan
BANUA KITATapin

Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak Di Sekolah 

×

Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak Di Sekolah 

Sebarkan artikel ini
BUPATI TAPIN - Muhammad Syarifuddin bersama siswa siswi SMKN 1 Tapin dan dewan guru pada kampanye pencegahan perkawinan anak di sekolah. (KP/Abdillah)

Rantau, KP  – Penjabat Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin kembali melaksanakan safari pendidikan, kali ini Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tapin. Dalam rangka kampanye pencegahan perkawinan anak. Senin (22/4/2024) kemarin pagi.

Safari pendidikan Pj Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin ikuti apel pagi bersama siswa siswi SMKN 1 Tapin dan Dewan Guru sekaligus menjadi pembina upacara.

Dalam amanatnya menyampaikan, generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar menjadi lebih baik lagi.

“Di era globalisasi ini, dimana kebebasan bergaul dari segala aspek dianggap menjadi hal yang lumrah, banyak remaja bahkan anak anak yang terjerumus kedalam pergaulan bebas,” jelasnya.

Salah satu contoh pergaulan bebas adalah mabuk-mabukan, menggunakan narkoba, merokok, balapan liar, tawuran, dan bahkan seks bebas yang berakibat pada kehamilan.

Oleh karenanya kepada anak anakku sekalian hindari pergaulan bebas termasuk perkawinan anak yang hanya bisa merusak masa depan kalian, serta jagalah nama baik keluarga, sekolah dan negara.

Menurutnya setiap waktu yang berputar tidak akan kembali seperti semula, waktu itu bagaikan pedang yang runcing dan tajam apabila kamu menyia-nyiakannya maka pedang itu akan melukai dan membunuhmu.

“Kalian adalah masa depan bangsa, masa depan kalian ada di genggaman kalian, kalian memiliki  masa depan yang mesti ditata dari sekarang, aktifitas yang kalian lakukan pada saat ini akan menentukan masa depan kalian dan masa depan bangsa ini,” katanya

Oleh karena mari kita bersama berbuat mulai dari diri kita sendiri untuk menjadikan masa depan diri kalian dan masa depan bangsa ini menjadi lebih baik. 

Faktor faktor yang mempengaruhi pergaulan bebas antara lain yaitu pengaruh budaya asing, pengaruh teknologi yang pesat yang pemanfaatannya disalah gunakan, pengaruh teman yang kurang baik perilakunya, kurangnya kesadaran diri, kurangnya perhatian dari orang tua atau broken home, dan lain-lain.

Baca Juga:  Bupati HSS Berdialog Dengan Lansia Penerima Bantuan

Namun banyak cara yang dapat di lakukan untuk mencegah atau menghindari pergaulan bebas yaitu dengan mengisi kegiatan kegiatan luang dengan melakukan kegiatan yang positif, berani berkata “TIDAK” pada seseorang yang menawarkan atau mengajak untuk melakukan pergaulan bebas, tidak mengikuti teman yang berperilaku tidak baik serta mentaati peraturan peraturan yang ada di masyarakat.

Terakhir saya berpesan kepada kalian semua, jadilah generasi muda yang dapat membanggakan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara dan berprestasi.

Turut hadir mendampingi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan jajaran Dinas Pendidikan. (abd/K-6)

Iklan
Iklan