Banjarbaru, KP – Tercatat ada 30 Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Banjarmasin, baik dari Kalsel maupun Kalteng yang tidak dapat berangkat pada tahun ini.
Sementara untuk keberangkatan JCH Embarkasi Banjarmasin rampung sejak Rabu (20/5) malam lalu.
Seluruh kelompok terbang (kloter) dengan total 19 kloter telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Namun demikian, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin mengungkap, jumlah JCH asal Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dijadwalkan berangkat tidak sesuai dengan jumlah CJH yang telah diberangkatkan.
“Jadi di Embarkasi Banjarmasin memang tidak sesuai dengan rencana awal, karena ada yang meninggal dan yang batal.
Untuk Kalsel itu berjumlah 27 orang dan Kalteng itu tiga orang,” ungkap Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Jemaah Haji PPIH Embarkasi Banjarmasin, Rasyid Luthfiana.
Secara total, jumlah JCH asal Kalsel yang telah diberangkatkan sebanyak 5.171 orang, dari total keseluruhan sebanyak 5.198 orang.
Sementara, jumlah JCH asal Kalteng yang telah berangkat sebanyak 1.557 orang dari rencana semula sebanyak 1.560 orang.
Apa penyebab batalnya 30 orang CJH berangkat tahun ini?.
Rasyid menuturkan, mereka yang batal berangkat dikarenakan meninggal dunia, sakit, demensia hingga baru selesai cuci darah.
“Jadi ada 30 orang yang batal, baik itu batal itu meninggal, yang sakit permanen, demensia, ada yang kemarin itu cuci darah, ginjal seperti itu yang tidak bisa istitaah (mampu, red) lagi,” tuturnya.
Untuk seluruh JCH Embarkasi Banjarmasin yang sudah berada di Mekkah, Rasyid memastikan kondisinya masih sehat.
PPIH yang bertugas di Arab Saudi rutin mengedukasi seluruh CJH untuk beribadah di kamar hotel masing-masing jika cuaca panas terik.
“Karena jemaah Embarkasi Banjarmasin itu terkumpul di satu hotel saja di Al-Hidayah. Jadi tower di sana ada 10 tower, ada yang Tower 1, Tower 2 sampai Tower 10,” terangnya.
Sejauh ini, Rasyid menyebut belum ada CJH Embarkasi Banjarmasin yang dirawat di rumah sakit.
Hanya, ada satu orang JCH asal Kalteng yang meninggal dunia di Arab Saudi.
“Prosesnya sekarang semuanya di Mekkah, persiapan untuk Armusna,” ucapnya. (net/K-2)















