Dinkes Siapkan Tim Khusus

Banjarmasin, KP – Menyusul turun hujan disertai ancaman banjir hampir di semua daerah.

Jika terjadi banjir maka secara langsung juga akan berdampak terhadap kesehatan manusia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel membentuk tim khusus untuk mengatasi segala kemungkinan yang terjadi akibat banjir dan bencana lainnya.

Tim termonitoring dan terkolaborasi gabungan beberapa instansi itu, akan bekerja mencegah dan menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan bencana.

Kepala Dinkes Kalsel, HM Muslim, menjelaskan segala dampak kesehatan ysng diakibatkan banjir disiapkan lebih awal. Ia menerangkan, dari banjir dan pasca banjir potensi penyakit yang bisa terdampak di antaranya diare dan osteoresis.

“Atas dasar hal tersebut sejak saat ini kita siapkan tim gabungan dari BPBD, Polri, TNI dan pihak terkait lainnya untuk menyiapkan deteksi dini,” bebernya, Kamis (10/10) lalu, usai pembukaan Pertemuan kolaborasi Pengendalian Krisis dan Kejadian Luar Biasa Tingkat Provinsi Kalsel.

Sistem kerja tim pengendalian tersebut melalui satu ruangan khusus.

Dari ruangan kontrol tersebut setiap saat dipetakan potensi dan kejadian yang berdampak terhadap kesehatan.

“Jika terdeteksi suatu kejadian tim di lapangan baik tenaga dan logistik langsung dikerahkan,” ujar Muslim.

Ia menambahkan, tim lapangan dilengkapi tenaga dokter, perawat dan bidan. Selain itu juga disiapkan ambulan khusus yang bisa menjelajah daerah-daerah terpecil.

Agar lebih memudahkan juga disiapkan ambulan motor untuk tanggap darurat.

“Untuk menunjang tugas deteksi dan pengendalian kami juga merancang satu aplikasi yang diberi nama Kenari Tangkas atau singkatan pengendalian krisisis dan tanggap darurat kesehatan. Tim ini akan bekerja 24 jam,” tegasnya.

Disebutkan Muslim, hal demikian merupakan solusi jangka pendek untuk penanganan krisis kesehatan yang terdampak akibat bencana.

Ia memastikan tim tersebut tidak hanya dikhususkan menangani banjir, namum juga kebencanaan lainnya.

“Solusi jangka panjangnya akan dibikinkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang membawahi tim ini, sehingga aktivitas mereka sepanjang waktu tidak hanya di musim tertentu,” urainya.

Menurut Muslim, langkah yang dilaksankan pihaknya adalah terjemahan dari kebijakan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, yang bersangkutan menginstruksikan untuk mengantisifasi bencana dan dampaknya sebelum terjadi.

“Antisifasi dampak akibat banjir di muaim kemarau, dan antisifasi dampak musim kemarau di musim hujan.

Begitu yang dipesankan gubernur, dan kami melaksanan hal tersebut,” tegasnya. (mns/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...