Gubernur Kalsel : Terapkan Konsep Smart City di 13 Kabupaten/Kota

Siswansyah (kiri) membuka kegiatan Seminar Internasional dan Nasional Smart City Governance Based on Digital Service mewakili Gubernur Kalsel.

Banjarmasin, KP – Seminar Internasional dan Nasional Smart City Governance Based on Digital Service dilaksanakan di General Buliding ULM Banjarmasin, Selasa (8/10) pagi.

Seminar yang diikuti sekitar 200 orang peserta tersebut, menghadirkan pembicara dari dua universitas luar negeri yakni Prof Madya Dr Azizah dari Universiti Utara, Malaysia dan Dr. Anurat Anantanatorn dari Burapha University, Thailand.

Gubernur Kalimantan Selatan melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov Kalsel, Siswansyah mengapresiasi keaktifan dan progres yang telah dicapai Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mengembangkan smart city.

“Arah pembangunan perkotaan dengan konsep smart city sangat relevan dengan dinamika sosial masyarkat yang semakin kompleks serta perkembangan tekonologi yang pesat. Dalam hal ini, banyak aspek pelayan publik di Kota Banjarmasin yang sudah terintegrasi dengan layanan publik berbasis digital,” ucap Siswansyah.

Gubernur Kalsel, lanjutnya, juga mengharapkan agar konsep smart city ini dapat diterapkan secara luas di 13 Kabupaten/Kota yang ada di Kalsel.

“Jika melihat potensi yang dimiliki Kalsel, tentu konsep ini dapat diterapkan secara lebih luas mulai dari perkotaan hingga kawasan perdesaan dengan perencanaan pembangunan yang lebih baik lagi, kita dapat menumbuhkan kampung-kampung digital yang memberdayakan masyarakat luas,” imbuhnya.

Ditambahkannya, Pemprov Kalsel selalu berupaya memberikan dukungan dan siap bekerja bersama dengan pemerintah kota untuk menjadikan Kota Banjarmasin menjadi Ibukota Provinsi yang modern, humanis, dan bermartbat.

“Kami, selaku pemerintah daerah memandang maju dan berkembangnya Kota Banjarmasin sebagai Ibukota Kalsel menjadi bagian integral dari upaya Pemerintah Provinsi dalam mewujudkan Kalsel yang maju dan terdepan,” pungkasnya.

sementara itu, Ketua Jurusan Administrasi Publik Universitas Brawijaya Malang, Andy Fefta Wijaya mengatakan seminar ini merupakan hasil kerjasama antara Departement of Public Administration Faculty of Administrative Science, dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dan Universitas Lambung mangkurat.

“Kami melakukan kolaborasi bukan kompetisi, kami saling berbagi apa yang bisa di promosikan seperti kekuatan dan kelebihan masing-masing institusi kepada dunia,” kata Andy.

Dilain sisi, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina Menjelaskan ini merupakan implementasi dari bentuk kolabirasi yang sudah disepakati antara Pemerintah Kota dengan akademisi untuk mengembangkan Kota Banjarmasin sebagai Smart City.

“Karena memang dalam pengembangan smart city Banjarmasin itu kita memerlukan kolaborasi dari semua pihak, terutama akademisi, bisnisman, komuniti, pemerintah, dan media bisa saling bekerjasama,” ujarnya.

Kolabirasi ini perlu dilakukan, lanjutnya, karena pemerintah juga memiliki keterbatasan dalam hal sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, oleh karena itu perlu ada patenership seperti ini.

“Maka dari itu, selaku pemerintah kota Banjrmasin, minta pendampingan dari akademisi terkait dengan pengembangan plaza samart city Banjarmasin, dan Command Center,” jelasnya. (end/humpro/K – 2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...