Kabut Asap Tiap Pagi Selimuti Kota Banjarmasin

BANJARMASIN, KP – Menyusul setiap pagi sudah seminggu ini wilayah ibukota Provinsi Kalsel diselimuti asap yang pada umumnya imbas dari kebakaran di wilayah Banjar dan Banjarbaru. Bahkan BPBD Banjarmasin sudah berusaha mengantisipasi serangan ini.

Salah satunya lewat Posko Terpadu Karhutla yang juga diisi unsur relawan. Posko antisipasi bakal dibuka sampai akhir Oktober untuk membantu kabupaten tetangga dalam upaya pemadaman yang sampai sekarang masih terus bekerja.

Walikota H Ibnu Sina membenarkan kabut asap di wilayah Banjarmasin adalah kiriman dari daerah luar. Namun, kabut ini tidak menimbulkan dampak menyeluruh bagi warga ibu kota Kalsel itu hanya disejumlah titik di Kota Banjarmasin.

“Ini memang tidak kita duga, tapi tidak semua (wilayah) di Kota Banjarmasin kena dampak, sehingga banyak warga yang sakit kena Ispa belakangan ini,’’ kata Politisi PKS H Ibnu Sina, belum lama ini.

Mantan anggota DPRD Kalsel ini mengatakan, kabut asap hanya datang sewaktu-waktu dan pada daerah tertentu saja. “Misal malam tadi, kawasan Banjarmasin Barat dan Selatan yang terkena. Tapi begitu masuk ke tengah kota hampir tidak ada,’’ katanya.

Kabut asap, menurutnya, datang akibat pengaruh dan dorongan angin yang mengarah ke Banjarmasin. Untuk itu, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menanggulangi masalah ini.

Berita Lainnya

Metode pembelajaran Inovatif Kunci ABK

Guru dan Penulis Tanbu Apresiasi e-book iKalsel

1 dari 1.761
Loading...

Rupanya, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menghantui Kalsel. Dampaknya terasa sampai Banjarmasin. Pantauan, kabut asap muncul sebelum matahari terbit. Dari malam hingga menjelang pagi hari.

Bahkan setiap pagi, asap mulai menipis seiring kemunculan matahari, menyebar di seputaran jantung ibu kota Kalsel.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Drs H Muhammad Hilmi mengatakan itu merupakan kabut asap kiriman. “Ini kiriman asap akibat Karhutla dari daerah Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut,’’ katanya.

Selain tiga wilayah tadi, dia juga menyebutkan beberapa lokasi lain. Mulai Pamangkih, Lingkar Selatan, Sungai Tabuk, Gambut, Bati-Bati hingga daerah Jejangkit, Barito kuala.

Lantas, sampai kapan kabut asap meneror Banjarmasin? Serangan kabut asap diprediksi baru berakhir pada akhir Oktober nanti atau saat musim penghujan. “Perkiraan sampai akhir Oktober, karena prakiraan BMKG awal November sudah mulai musim hujan,’’ papar Ilmi kembali.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel menjelaskan, tiga hari ke belakang pantauan titik panas ada di wilayah Kotabaru, Tanah Bumbu, Batola dan Tanah Laut. “Namun untuk pantauan 22 Oktober kemarin, menyebar hampir di semua wilayah Kalsel,’’ ujar Uli Mahanani, Forecaster BMKG Syamsuddin Noor Banjarbaru dikonfirmasi lewat pesan singkat. (vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya