“Keshalehan Santri Turut Menebarkan Keberkahan untuk Banua”

Banjarmasin, KP – Peran santri dan para kiai terhadap keberadaan negeri ini sangat luar biasa dan itu harus dipelihara dan dijaga, kata Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Kamis (24/10).

Tentang itu dikatakan gubernur pada Istighosah yang digelar di Halaman masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, yang salah satu rangkaian kegiatan Memperingati Hari Santri Nusantara 2019.

Turut hadir, Ketua PWNU Kalsel, H Abdul Haris Makkie, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H Noor Fahmi, Wakil Ketua DPRD Kalsel, H Syarifuddin.

Mereka berbaur bersama alim ulama, 5.578 santri/santriwati.

Ketika itu juga kirap isalamin dari ribuan santri berasal dari pondok pesantren dan madrasah se Kota Banjarmasin.

“Kita bersyukur dan gembiranya atas pelaksanaan ini.

Keshalehan santri turut menebarkan keberkahan untuk Banua,” ucap gubernur.

Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel juga mengatakan, keberadaan bangsa Indonesia tidak luput dari peran jasa santri.

Ini karena di masa penjajahan para santri dan para alim.ulama sangat berperan untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain itu, Kalsel memiliki santri yang namanya dikenal keseluruh penjuru dunia, karena keilmuannya yang tinggi.

Yakni Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan dan Syekh Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani atau abah Guru Sekumpul.

Berita Lainnya
1 dari 1.030

“Dua tokoh ulama besar tersebut diharapkan bisa menjadi panutan para santri dalam menimba ilmu agama di pesantren,” ucap Paman Birin.

Tidak berbeda dengan Paman Birin, Ketua PWNU Kalsel, H Abdul Haris mengatakan, di peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di tahun keempat ini harus disyukuri karena pemerintah pusat telah menetapkannya dalam Kepres Nomor 22 Tahun 2015 dan Undang-undang tentang pesantren yang dapat menjadi acuan atau patokan.

“Artinya pemerintah telah memberi ruang kepada pesantren dan para santri untuk bersama-bersama membangun bangsa ini,” kata Haris yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel.

Ia menuturkan, saat ini para santri tidak hanya belajar tentang ilmu agama saja tetapi juga belajar soal wawasan kebangsaan dan nasionalisme.

Yang mana menurutnya hal tersebut harus dibangun lebih kuat lagi.

“Sehingga sinergi kemampuan pemahaman agama dengan kemampuan pemahaman kebangsaan kalau itu dapat disatukan bangsa ini dapat lebih maju dan besar lagi,” ucapnya.

Adapun terkait perhatian pemerintah kepada para santri yang menimba ilmu di pondok pesantren.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Noor Fahmi mengatakan, pendidikan di pesantren sangat diperhatikan oleh pemerintah.

“Pendidikan sudah sejajar dan setara dengan pendidikan umum termasuk ijazah yang setara.

Jadi kalau ingin masuk atau melanjutkan  ke perguruan tinggi tidak masalah,” ucap Fahmi.

Di Hari Santri Nusantara 2019, Paman Birin memberikan hadiah umrah kepada empat orang santri, pelajar madrasyah aliyah serta ustadazah karena mampu menjawab pertanyaan sekitar pengetahuan sejarah dan keagamaan. (*/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya