Puluhan Pria Bertato ‘Serahkan Diri’ di Hadapan Kapolda Kalsel

BANJARMASIN, KP – Puluhan pria yang tubuhnya penuh hiasan tato, rela `serahkan badannya’ ke tim, yang pula di depan Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani ketika kegiatan puncak Bakti Kesehatan Polri di halaman Masjid Jami M Tuhfatur Roghibin, Alalak Tengah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (15/10).

Ketika itu tak hanya pemeriksaan kesehatan, operasi, sunatan serta bakti sosial lainnya. Bakti Kesehatan Polri, dilaksanakan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel).

Tak hanya di Banjarmasin, kegiatan sama juga dilaksanakan Polres Jajaran Polda Kalsel dan berlangsung sampai dengan 20 Oktober 2019.

Ada sekitar 70 yang bertato rela sodorkan badannya untuk bisa dihilangkan.

Bahkan semua dengan senang hati dilayani tim kesehatan dan semua gratis.

Saat itu dilakukan bertahap, dan hingga sore bisa capai 30 orang, untuk sementara waktu.

“Kami bangga, sangat terimakasih kepedulian Polri.

Kami rela buang tato dan ini pula setelah diberikan nasihat anggota polisi,” ucap Amat, saat itu.

Sementara Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani mengucapkan terima kasih kepada Panitia penyelenggara dan rekan instansi kesehatan terkait.

Diantaranya Dinkes Provinsi Kalsel dan Kota Banjarmasin, RSUD Ulin Banjarmasin, Jasa Raharja, TNI, RSGM, BKKBN, PDGI, Perdoski, PMI Cabang Banjarmasin dan Stakeholder atas dukungan dan bantuannya selama ini sehingga kegiatan terselenggara dengan baik

[]Menyentuh

Tergambar pula, kepedulian pada Bakti Kesehatan Polri, yang dilaksanakan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel di pinggiran Kota Banjarmasin ini, benar-benar dinilai menyentuh masyarakat.

Kegiatan dalam rangka menciptakan kondisi kamtibmas yang aman, damai serta melaksanakan program prioritas Kapolri (Promoter).

Selain itu, semua sebagai wujud kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.

Pada bagian lain kapolda mengatakan, kesehatan merupakan aspek terpenting kehidupan masyarakat dan untuk mencapai derajat kesehatan yang tinggi dilakukan upaya-upaya kesehatan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.

“Untuk itu Polri sebagai bagian dari masyarakat, turut berkontribusi dalam menangani masalah kesehatan melalui Bakti Sosial Kesehatan yang dilaksanakan serentak di 34 Polda se Indonesia,” ujarnya.

Berita Lainnya

Hari Ini, Jalan Lambung Mangkurat Ditutup

1 dari 1.020
Loading...

Kegiatan itu sendiri dari keterangan pengobatan umum, gigi, operasi katarak, pembagian sembako dan lainnya.

Sebelum Polda Kalsel juga sudah melaksanakan serangkaian kegiatan yang sama dan dilaksanakan secara marathon mulai awal bulan Oktober 2019,

Diantaranya kegiatan donor darah sebanyak 73 pendonor, pemeriksaan kesehatan dan bersih-bersih telinga di Panti-panti jompo serta pemberian bingkisan kepada 110 orang.

Operasi katarak dan operasi bibir sumbing di RS Bhayangkara Banjarmasin sebanyak 10 orang.

Pemeriksaan IVA 36 orang, sunatan massal 300 orang, eradikasi scabies di Lapas Teluk Dalam dan Pondok Pesantren sebanyak 671 orang.

Home Visite masyarakat yang kurang mampu sebanyak 5 pasien.

Usaha kesehatan gigi dan mulut serta perilaku hidup sehat bersih di sekolah-sekolah TK sebanyak 320 siswa serta pembersihan tato.

Dan pada puncaknya berbagai kegiatan itu dilakukan dan animo masyarakat sangat tinggi dan dirasakan benar-benar menyentuh kalangan bawah.

Memang, pemeriksaan kesehatan ini dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan secara gratis.

Seperti sunatan, konsultasi dan pemeriksaan kesehatan dengan sejumlah dokter spesialis yakni diantaranya spesialis anak, penyakit dalam, penyakit paru, kulit serta kelamin dan THT).

Termasuk pengobatan dokter umum dan dokter gigi, Pelayanan dan tindakan KB, pembersihan/penghilangan tato, donor darah, operasi katarak dan bibir sumbing.

Bahkan pada puncak kegiatan pemasangan implan secara simbolis dilakukan Ny dr Triana Aneka Pristafuddin Sp.OG, tak lain istri Wakapolda Kalsel.

Dari rangaian, sunatan massal 327 orang, donor darah 153 orang, pengobatan umum gratis 1.276, UKGS Usaha Kesejatan gigi Sekolah, 896, pemeriks IVA 41 orang.

Pelayan KB 52 orang, Home Visite 78 orangg Keluarga tidak mampu.

Kemudian operasi katarak. 10, operasi celah bibir 10 orang.

Pemeriksaan kesehatan panti jompo bersih-bersih telinga 110 orang.

Terapi Scabies 571 orang, Posyandu 78, Pos pembinaan terpadu 85 dengan total 3.717 orang. (K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya