Sakit Hati Lihat Ibu Kerap Dipukul, Arafiq Habisi Ayah Tiri

BANJARMASIN, KP – Motif pembunuhan yang dilakukan Arafiq (22) terhadap ayah tirinya Riduan (30) akhirnya terkuak. Ia tega berbuat demikian, karena tak terima melihat ibu kandungnya Yulianti (36) sering dipukul korban.

Hal itu terungkap dari pengakuan tersangka Arafiq warga Jalan Kelayan B Gang Binjai Banjarmasin Selatan, kepada wartawan, di ruang penyidik Polsek Banjarmasin Utara, Senin (7/10).

Ia pun tak menyangka jika perseteruannya dengan ayah tirinya di depan rumah bibinya di Komplek Purnama II Jalur VI, Jalan Padat Karya Sungai Andai Banjarmasin Utara tersebut berujung maut.

Suami baru ibunya itu meregang nyawa akibat tusukan senjata tajam (sajam) jenis pisau dapur yang dibawa Arafiq. Pisau itu mulanya berada bok depan sepeda motornya.

Diakuinya pulanya, ia tak pernah melakukan perlawanan ketika korban sering melakukan penganiayaan kepadanya hingga mengenai bagian kepala. “Saya marah, karena saya sering melihat ibu dipukuli oleh korban sehingga tangannya digores dengan senjata tajam,” tuturnya.

Diceritakannya, awalnya keributan ini terjadi di rumah ibunya di Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala (Batola). “Semua pintu dan jendela rumah saya paku supaya korban tak bisa lagi masuk ke rumah,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 1.747
Loading...

Selanjutnya, tersangka bertemu korban dan ibunya di kawasan Sungai Andai tepatnya di muara Jalan Padat Karya Banjarmasin Utara. Kemudian diajak berdamai di rumah Rusna (45), bibinya di Komplek Purnama II Jalur VI, Jum’at (4/10), sekitar pukul 10.00 WITA.

Sesampainya di rumah tersebut, kata Arafiq, di situlah terjadi keributan dengan korban.

“Sewaktu dalam rumah bibi ini, korban langsung memukuli saya. Lalu saya ke luar rumah mengambil pisau di dalam bok depan sepeda motor, korban pun menyusul. Saat lengah, selanjutnya pisau tersebut langsung saya tusukan ke arah tubuh korban,” jelasnya

Selanjutnya, ia pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan sepeda motor ke Kalteng untuk berziarah ke kubur ayah kandung dan membersihkannya. “Sebelumnya pisau saya bawa tersebut, sudah saya buang di Anjir Kabupaten Batola,” kata dia.

Tak lama membersihi makam ayah kandung, lanjutnya, tiba-tiba istrinya menelpon mengabarkan bahwa korban meninggal dunia. “Saya pun cepat pulang menuju ke rumah mertua di kawasan Kelayan A,” imbuhnya.

Keesokan harinya Sabtu (5/10), sekitar pukul 11.00 WITA, ia pun siap dijemput oleh anggota Buru Sergab (Buser) Polsekta Banjarmasin Utara, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolsekta Banjarmasin Utara, AKP Dodi Arianyanto SIK melalui Kasubnit I, Aipda Ajis Timotuius, saat dikonfirmasi bahwa tersangka akan dikenakan pasal 351 ayat (3) jo 338 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.(fik/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya