Komisi IV Berhasil Perjuangkan Tambahan DAK Kesehatan

Matnor Ali

BANJARMASIN, KP – Program peningkatan derajat kesehatan masyarakat terus menjadi perhatian pemerintah bagi negeri ini. Tiap tahunnya, pemerintah pusat telah menyiapkan alokasi anggaran untuk kepentingan peningkatan prasarana dan sarana kesehatan yang diberikan kepada pemerintah daerah.

Untuk tercapainya tujuan dalam kerangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat itu, Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin berupaya menggali anggaran kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

“Alhamdulillah dari konsultasi yang dilaksanakan komisi IV tanggal 12 November lalu, Kementerian Kesehatan memberikan apresiasi untuk menambah anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk program peningkatan kesehatan Kota Banjarmasin,’’ ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali.

Kepada sejumlah wartawan, Kamis (14/11), Matnor Ali mengemukakan, semula proposal DAK untuk bidang kesehatan yang diajukan Pemko Banjarmasin dalam tahun anggaran 2020 sebesar Rp30 miliar, namun dalam realisasinya atau hanya disetujui sekitar Rp20,8 miliar.

“Kekurangan sekitar Rp 9,2 miliar inilah yang kami kejar untuk diperjuangkan dan Alhamdulillah Kementerian Kesehatan menjanjikan akan memberikan tambahan kekurangan DAK bidang kesehatan yang sebelumnya diusulkan tersebut,’’ ujarnya.

Menurut Matnor Ali, dalam konsultasi komisi IV didamping Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Macli Riyadi dan Direktur RSUD Sultan Suriansyah, dr Sukutjo Hartono itu disarankan agar dimohonkan diusulkan pada DAK susulan.

Ia menjelaskan, sesuai saran itu tentunya akan disikapi Pemko Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan melalui rapat desdifikasi. “Rapat desdifikasi adalah penyampaian anggaran tambahan DAK yang diusulkan melalui Kementerian terkait untuk diperjuangkan kembali,’’ ujar ketua komisi dari Fraksi Partai Golkar ini.

Dipaparkannya, tambahan DAK susulan itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan gudang farmasi Dinas Kesehatan sebagai tempat penyimpanan obat-obatan yang akan didistribusikan kepada seluruh puskesmas di Banjarmasin.

“Anggaran yang dibutuhkan utuk pembangunan gudang farmasi ini diperkirakan sekitar Rp4,5 miliar,’’ ujar ketua komisi membidangi masalah kesehatan, pendidikan, kesra dan tenaga kerja ini, seraya menambahkan Detail Engineering Design (DED) pembangunan gudang farmasi itu sudah disiapkan.

Selain pembangunan gudang farmasi usulan tambahan DAK itu direncanakan, untuk pembangunan Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL) serta pembangunan gudang farmasi khusus untuk Rumah Sakit Sultan Suriansyah.

Menurut Matnor Ali, khusus terkait rencana merealisasikan pembangunan IPAL dan gudang farmasi pada Rumah Sakit Sultan Suriansyah ini komisi IV sudah meminta agar segera disiapkan DED-nya.

Ia juga menjelaskan, usulan tambahan kekurangan DAK ini kemungkinan akan direalisasikan pada APBD Perubahan tahun anggaran 2020. “Masalahnya DAK APBD murni 2020 untuk setiap daerah sudah ditetapkan pemerintah pusat, sehingga diharapkan cair pada APBD perubahan 2020 nanti,’’ kata Matnor Ali. (nid/K-5)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...