Nadjmi Ajak Petani Melon Terus Berinovasi

Banjarbaru, KP – Walikota Nadjmi Adhani beserta Wakil Walikota Darmawan Jaya Setiawan menghadiri kegiatan Fielday Melon (Tanaman Horti) bersama seluruh kelompok tani holtikultura se Kota Banjarbaru, di rumah Ketua Kelompok Setia Bakti Suraji, Desa Sungai Abit Kelurahan Cempaka, kemarin.

Hadir Kadis DKP3, Camat dan Lurah Cempaka, Kelompok Tani se Kota Banjarbaru serta warga Desa Sungai Abit.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama berbagai pihak dengan dasar menindaklanjuti program pemerintah pada pengembangan cabe, mengingat kian banyak petani karet yang mulai berusaha komoditas horti.

Pada 2016 mereka juga mulai mengembangkan komoditas melon yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hingga saat ini untuk Kecamatan Cempaka, luasan lahan melon mencapai 30 ha/tahun dengan jumlah petani pembudidaya sekitar 25 orang, sedang produktivitasnya menembus 25-30 ton/ha.

Untuk Desa Sungai Abit, pembudidaya melon yang dulunya cuma 1-5 orang, saat ini sudah mencapai 13-15 orang setiap tahunnya dengan rotasi tanam 1-3 kali pertahun setiap petaninya.

Berita Lainnya

PKK Kalsel Bantu 25.000 Masker

1 dari 1.190
Loading...

Walikota Nadjmi Adhani menyampaikan rasa bangga karena masyarakat Banjabaru, dalam hal ini petani holtikultura, bisa memiliki kehidupan mapan dengan adanya peluang sebagai petani dan pengusaha melon. Melon yang dihasilkan ini juga bisa bersaing dengan daerah lainnya.

“Kegiatan temu lapangan petani ini adalah salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan dengan peneliti dan penyuluh, esensinya guna saling tukar informasi teknologi pertanian,’’ katanya.

Nadjmi pun berharap ada umpan balik dari petani itu sendiri sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman, sekaligus menggenjot produksi pertanian. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran UPT Balai Penyuluhan Pertanian Cempaka yang sudah membantu petani setempat.

“Baik dengan memfasilitasi lahannya, pemberian bibit maupun penyuluhan dan pendampingan dari awal penanaman hingga jelang panen,’’ katanya.

Nadjmi berharap kelompok tani di Banjarbaru terus berinovasi dengan tanaman jenis lainnya dan dipilih jenis yang cocok dengan kondisi lahan pertanian setempat. Sehingga pertanian yang dulunya masih tradisional dan kurang menjanjikan dari segi ekonomi, kini bisa dirubah menjadi tanaman memiliki nilai lebih.

“Teruslah belajar untuk meningkatkan produktivitas, mengingat saat ini persaingan sangat kompetitif, termasuk sektor pertanian,’’ pungkasnya. (wan/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya